Mengenal Konsep Sisu, Prinsip Hidup Masyarakat Finlandia Sejak Zaman Dahulu

ERA.id - Masing-masing masyarakat, bangsa, atau bahkan negara punya karakter dan konsep hidup yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya sejarah. Dari banyaknya konsep hidup, apakah Anda mengenal konsep sisu?

Ini adalah konsep hidup yang terkenal di masyarakat Finlandia. Konsep atau prinsip hidup ini tidak terlepas dari sejarah panjang negara tersebut sejak awal merdeka dari Rusia pada 1917.

Lebih Mengenal Konsep Sisu

Kata bahasa Indonesia untuk mewakili makna sisu mungkin cukup sukar ditemukan. Dilansir BBC, sisu berasal dari bahasa Finlandia dan bisa dimaknai sebagai  ‘kekuatan’ atau ‘ketekunan’, tetapi tidak sesederhana itu.

Dalam konsep sisu, kekuatan atau ketekunan yang dimaksud punya konteks dalam tugas yang mungkin tampak gila untuk dilakukan atau hampir mungkin bagi sebagian orang. Salah satu contoh dari penerapan konsep sisu adalah Perang Musim Dingin (1939-1940). Dalam perang tersebut, Finlandia mendapatkan serangan dari Soviet yang kekuatannya jauh di atas Finlandia, tetapi Finlandia berhasil melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Bisa dibilang, konsep ini dipegang ketika seseorang berada dalam momen yang cukup menantang, saat merasa sudah sampai di titik darah penghabisan. Menurut peneliti sisu dari Aalto University di Helsinki, Emilia Lahti, sisu merupakan energi dan keteguhan hati dalam menghadapi kesusahan atau kesulitan yang lebih berat dari biasanya.

Ini sebenarnya akrab bagi banyak masyarakat, termasuk kita. Kemungkinan, dahulu kita pernah berada di titik maksimal perjuangan dan kita harus melampaui kemampuan tersebut. Konsep sisu menjadi kekuatan pendorong agar kita mampu melanjutkan perjuangan meski tampaknya tak mungkin. Second wind dari kekuatan batin inilah yang disebut konsep sisu.

 Ilustrasi orang menerapkan sisu untuk mendaki tebing (pexels)

Sejarah Konsep Sisu

Konsep hidup masyarakat kadang tak terlepas dari sejarah masyarakat itu sendiri, termasuk konsep sisu. Konsep ini berkaitan dengan sejarah perjuangan masyarakat Finlandia untuk terlepas dari jajahan Rusia.

Sebenarnya, kata sisu berasal dari kata sisus dalam bahasa Finlandia yang bisa diartikan sebagai 'nyali' atau 'usus'. Daniel Juslenius (1745), uskup di Finlandia, pernah mendefinisikan sisucunda sebagai area di dalam tubuh manusia yang menjadi asal dari emosi kuat.

Dalam filosofi Lutheran, awalnya kata tersebut memiliki konotasi yang buruk hingga akhirnya  gagasan sisu dianut oleh para intelektual Finlandia. Negara ini mereda dari Rusia pada 1917. Hal tersebut lantas membuat Finlandia memandang sisu sebagai perekat sosial yang mampu menyatukan bangsa.

Sejarah perjuangan Finlandia selama 100 tahun terakhir memperkuat konsep sisu sebagai ciri khas bangsa Finlandia. Pasca-Perang Musim Dingin, Finlandia membayar penuh ganti rugi kepada Uni Soviet meski sedang berada dalam kesulitan besar. Hal ini menghindarkan Finlandia dari ancaman lain terhadap kemerdekaannya.

Kata sisu juga kerap digunakan dalam menjelaskan capaian olahraga dan prestasi ketahanan fisik Finlandia. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, banyak orang Finlandia merasa konsep sisu juga bisa menjadi pisau bermata dua. Konsep sisu dapat membuat orang menjadi keras kepala dan susah mengakui kekurangannya.

Itulah beberapa informasi untuk lebih mengenal konsep sisu. Pada dasarnya, awal dari kemunculan konsep ini adalah untuk kebaikan dan hal ini perlu diingat dengan baik. Untuk mendapatkan informasi menarik lain, ikuti terus Era.id.