Mengenal Night Eating Syndrome, Apakah Anda Mengalami Kondisi Ini?

ERA.id - Bisa jadi Anda sudah mengenal istilah eating disorder yang merupakan salah satu gangguan kesehatan mental. Gangguan ini ditandai dengan obsesi hingga kebencian terhadap makanan. Namun, apakah Anda sudah mengenal night eating syndrome? Jika belum, simak penjelasannya di bawah ini.

Kondisi ini mungkin memang serupa eating disorder, akan tetapi night eating syndrome adalah gangguan makan yang lebih spesifik lagi.

Mengutip dari Verywellmind yang dlansir pada Selasa (31/10/2023), Night Eating Syndrome merupakan sebuah gangguan makan di mana pengidapnya mengonsumsi sebagian besar makanan pada malam hari. Bahkan tidak jarang, mereka akan terbangun dari tidur hanya untuk mengonsumsi makanan.

Orang yang mengalami kondisi ini beranggapan bahwa makan sebelum tidur atau saat terbangun dapat meningkatkan kualitas tidur atau membantu mereka kembali tertidur. Sayangnya, jika seseorang sudah mengalami kondisi ini, mereka seringkali mempunyai nafsu makan yang rendah pada pagi hari dan sering melewatkan sarapan.

Night eating syndrome atau NES pertama kali dijelaskan pada tahun 1955 oleh psikiater Albert Stunkard, yang menyaksikannya sebagai variasi perilaku obesitas. Sehingga, hal tersebut paling sering dipelajari dalam konteks penelitian tentang orang-orang yang mengalami obesitas. Dibandingkan dengan gangguan makan yang lain, penelitian terkait hal ini masih belum banyak.

Dari populasi umum, diperkirakan 1,5% memiliki NES. Hal ini lebih sering terjadi pada populasi tertentu, dengan tingkat prevalensi 6% sampai 14% di antara mereka yang kehilangan berat badan dan 9% sampai 42% di antara kandidat untuk menjalani operasi bariatrik.

Ilustrasi (Pixabay)

Apa Saja Gejala Night Eating Syndrome?

Orang yang mengidap sindrom ini atau bagi Anda yang tinggal dengan seseorang yang mempunyai kondisi tersebut, bisa jadi akan mendapatkan beberapa petunjuk di rumah. Misalnya, saat seseorang bangun akan mendapati dapur terlihat berantakan dan makanan ada yang hilang. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ada seseorang yang telah bangun dan makan di tengah malam.

Gejala dari Night Eating Syndrome meliputi hal-hal berikut:

  • Mengonsumsi makanan yang berlebihan setelah makan malam.
  • Mengalami depresi, stres, atau gangguan signifikan lain yang berhubungan dengan makanan.
  • Sering makan di malam hari, termasuk sengaja bangun dari tidur untuk makan.
  • Kesadaran dan ingatan tentang makan malam.

Dalam banyak kasus, orang yang mengalami kondisi tersebut dapat mengonsumsi setidaknya 25% dari makanan mereka setelah makan malam.

Jika mengalami hal tersebut, pada umumnya mereka akan makan berlebihan, yaitu makan dalam jumlah besar dengan waktu singkat dan merasa tidak terkendali sama sekali.

Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Night Eating Syndrome?

Penyebab NES secara pasti tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini juga dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan. Namun, ada faktor yang memengaruhi hal tersebut, antara lain:

Diet pada siang hari

NES ternyata dipengaruhi juga dari pola diet yang dijalani. Ketika seseorang mengurangi asupan makanannya di siang hari dan tubuh dalam keadaan kekurangan aktivitas fisik, dorongan untuk makan pada hari selanjutnya, khususnya di waktu malam merupakan respons normal terhadap adanya pembatasan tersebut.

Gangguan ritme sirkadian

Jika mengalami NES, bisa saja disebabkan adanya gangguan pada ritme sirkadian mereka, di mana sebuah proses yang mengatur pola tidur dan pola makan sehari-hari. Padahal, konsumsi makanan cenderung berkaitan erat dengan jam-jam pertama saat tubuh terjaga.

Misalnya, makanan yang biasanya dikonsumsi antara pagi dan sore hari. Individu yang mengalami kondisi NES mempertahankan siklus tidur yang normal namun memiliki pola asupan makanan yang tertunda.

Penyebab lain yang tidak diketahui secara pasti

Hormon yang tidak seimbang dan mengganggu pola makan juga bisa mengakibatkan NES. Hal ini juga berkaitan sebagai respons terhadap pola begadang dan makan larut malam, seperti yang pada umumnya terjadi di kalangan mahasiswa. Maka, begitu seseorang terbiasa dengan kebiasaan ini, akan sulit bagi seseorang untuk menghentikannya.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…