SIA Laporkan Akun Facebook Penipu Berkedok Bagasi Murah, Tawarkan Harga Rp23 Ribu ke Penumpang

ERA.id - Maskapai Singapore Airlines (SIA) melaporkan akun-akun penipu yang mengatasnamakan perusahaan. Penipuan dari Facebook itu menawarkan bagasi murah kepada para penumpang.

Juru bicara SIA mengatakan pihaknya mengetahui adanya akun Facebook yang meniru identitas maskapai tersebut dan menerbitkan iklan palsu. Perusahaan menambahkan bahwa halaman Facebook telah dihapus dan akan melaporkan hal itu ke pihak berwajib.

“Situs penipuan dan akun media sosial yang meniru SIA akan dilaporkan ke otoritas terkait untuk dihapus,” kata juru bicara, dikutip CNA, Jumat (8/12/2023)..

SIA telah memposting peringatan tentang penipuan ini di halaman Facebook-nya.

Juru bicara tersebut menyarankan pelanggan untuk hanya menggunakan situs web dan aplikasi seluler SIA yang terverifikasi untuk transaksi terkait maskapai tersebut.

“Nasabah yang yakin bahwa mereka mungkin telah membocorkan data pribadinya atau melakukan transaksi di situs penipuan harus segera melaporkan hal ini ke bank dan polisi,” kata juru bicara tersebut.

Di sisi lain, polisi mengeluarkan peringatan tentang penipuan phishing baru yang melibatkan iklan Facebook yang menawarkan bagasi murah. Penipuan ini mengatasnamakan Singapore Airlines (SIA) melalui barcode.

Kasus penipuan lewat phishing ini beredar di jejaring Facebook dengan mengatasnamakan SIA. Iklan itu menawarkan harga bagasi murah yang dibanderol dengan harga 2SGD atau sekitar Rp23 ribu. 

Demi meyakinkan calon korban, akun-akun tersebut memakai logo dari perusahaan maskapai Singapore Airlines untuk foto profilnya. Tercatat sejak bulan November, 14 korban telah menjadi korban penipuan ini, dengan kerugian setidaknya sebesar 799SGD (Rp9,2 juta).

Terkait cara pelaku melakukan phishing ialah dengan mengarahkan korban mengklik iklan untuk membeli bagasi. Setelah mengklik bagasi, korban diarahkan ke situs web phishing dan diminta memberikan kredensial mereka, seperti nama, alamat email, dan detail kartu pembayaran.

Rincian kartu kredit mereka kemudian akan disalahgunakan oleh para penipu.

“Korban baru menyadari bahwa mereka telah ditipu setelah mereka diberitahu atau menemukan transaksi tidak sah pada laporan kartu mereka,” kata polisi.

Polisi menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan seperti memasang aplikasi ScamShield dan mengaktifkan otentikasi dua faktor untuk transaksi bank.

“Perhatikan tanda-tanda adanya situs phishing dan jika kesepakatan tersebut terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, mungkin memang demikian, jadi tanyakan kepada perusahaan tersebut di situs resminya apakah kesepakatan tersebut tersedia,” kata polisi.

"Jika ragu, jangan pernah membagikan informasi pribadi dan detail kartu pembayaran Anda kepada siapa pun," sambungnya.