Sebenarnya Kapan Operasi Amandel Perlu Dilakukan? Simak Penjelasan Berikut

ERA.id - Sebagian orang merasa penyakit amandel perlu segera dioperasi. Operasi amandel (amigdalectomy) merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat amandel terinfeksi atau bengkak. Namun, sebenarnya kapan operasi amandel perlu dilakukan?

Perlu diketahui, amandel atau tonsil merupakan jaringan kecil di tenggorokan (faring) yang lokasinya berada di dua sisi kanan dan kiri. Amandel punya fungsi sebagai perlindungan terhadap infeksi bakteri dan virus yang masuk lewat hidung dan mulut.

Akan tetapi, amandel juga bisa terinfeksi dan menyebabkan beberapa gejala, seperti sakit tenggorokan, sulit untuk menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam.

Sebagian kasus bisa diatasi dengan perawatan mandiri dan pengobatan tanpa pembedahan. Sementara, dalam kasus tertentu, penyakit atau infeksi pada amandel perlu dioperasi.

Ilustrasi dokter mengecek leher dan amandel (freepik)

Kapan Operasi Amandel Perlu Dilakukan?

Ada beberapa indikasi yang bisa jadi tanda bahwa infeksi amandel butuh dioperasi. Dikutip dari situs resmi RS Hermina, berikut adalah rinciannya.

  • Infeksi kronis atau berulang

Jika infeksi atau radang pada amandel terjadi secara terus-menerus dan perawatan non-bedah tidak membantu, operasi amandel mungkin perlu dilakukan.

  • Obstruksi saluran napas

Dalam sejumlah kasus, pembesaran amandel bisa sampai menghalangi saluran napas. Hal ini menyebabkan pengidapnya sulit bernapas dan mengalami gangguan tidur. Jika hal ini terjadi, kemungkinan operasi amandel perlu dilakukan.

  • Abses amandel

Abses amandel merupakan infeksi serius karena bakteri berkembang biak di dalam amandel dan memicu munculnya kantung nanah. Abses amandel perlu segera diobati karena bisa memicu komplikasi lebih serius, seperti kesulitan bernapas dan pembengkakan leher. Dalam hal ini, biasanya operasi amandel dibutuhkan untuk mengangkat abses sekaligus mencegah infeksi menyebar.

Pelaksanaan Operasi Amandel

Secara umum, operasi amandel dilakukan di bawah anestesi umum. Alat khusus akan digunakan untuk mengangkat amandel dari faring pasien.

Pasien mungkin akan mengalami sakit tenggorokan atau sulit menelan pascaoperasi. Ini adalah hal yang normal dan bisa diatasi dengan istirahat cukup dan mengonsumsi obat pereda nyeri.

Operasi amandel biasanya aman, tapi pasien juga perlu tahu bahwa tindakan ini memiliki beberapa risiko. Risiko-risiko yang mungkin terjadi adalah perdarahan, reaksi terhadap obat anestesi, infeksi, dan komplikasi jangka panjang, seperti perubahan suara dan kesulitan menelan.

Pertimbangan matang antara pasien, dokter THT, dan tim medis harus didapatkan sebelum akhirnya memutuskan melakukan operasi amandel. Beberapa hal yang jadi bahan pertimbangan adalah frekuensi infeksi, tingkat keparahan gejala, dampak terhadap kualitas hidup, dan potensi manfaat serta risiko operasi.

Pasien juga harus mendapatkan informasi dan penjelasan yang lengkap terkait prosedur operasi amandel, risiko, periode pemulihan, dan perubahan yang mungkin terjadi dalam kondisi kesehatan pascaoperasi.

Perlu diketahui bahwa pada beberapa kasus, ada cara alternatif yang bisa dipilih untuk mengatasi masalah amandel, seperti terapi laser atau terapi ultrasonik. Seperti pula operasi amandel, cara alternatif ini juga harus mendapatkan penjelasan yang lengkap dan pertimbangan yang matang sebelum dipilih.

Itulah berbagai informasi mengenai kapan operasi amandel perlu dilakukan. Untuk mendapatkan info menarik lainnya, ikuti terus Era.id.