Kronologi Anggota TNI Keroyok Warga di Depan Polres Metro Jakpus

ERA.id - TNI menyebut sebanyak empat warga dikeroyok sejumlah oknum anggota TNI di depan Polres Metro Jakarta Pusat karena sebelumnya seorang prajurit, Prada Lukman dianiaya warga di Pasar Cikini, Jakarta Pusat.

Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi menjelaskan kejadian berawal ketika ada seorang pedagang yang memiliki anak seorang TNI. Anggota TNI itu bersama Prada Lukman lalu mendatangi rumah Odi Rohadi pada Rabu (27/3) silam.

"Kemudian terjadi cekcok mulut, diteriaki maling akhirnya warga keluar, melakukan pengeroyokan, satu orang berhasil kabur, satu Prada Lukman ini Karena motornya tertinggal akhirnya menjadi korban pengeroyokan warga," kata Kristomei kepada wartawan, Kamis (28/3).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan kejadian berawal ketika Polsek Menteng mendapat info jika Prada Lukman dianiaya. Polisi pun menuju TKP dan menangkap satu pelaku bernama Odi Rohadi.

Pengembangan dilakukan dan polisi menangkap dua pelaku lainnya, yakni Fazli dan Maulana.

"Pertama Odi Rohadi, perannya memprovokasi, meneriakkan maling, kemudian membawa ke rumah kosong. Kemudian Fazli ini perannya membawa tali karena Prada Lukman diikat. Kemudian Maulana, perannya melakukan pemukulan," ucap Susatyo.

Namun ternyata rekan Prada Lukman tak terima jika korban dianiaya. Mereka datang ke unit Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat untuk bertanya apakah pelaku ditangani secara serius atau tidak.

Para anggota TNI lalu meninggalkan Polres Metro Jakarta Pusat usai diberi penjelasan. 

"Setelah pulang, tiba-tiba sekitar pukul 01.00 WIB, diletakkan di depan polres dalam kondisi terluka akibat pemukulan atas empat korban," tambahnya.

Keempat korban yang dikeroyok itu yakni Abdullah, Mamih, Hassan, dan Syafri Wahyudi. Polisi kemudian mengevakuasi mereka semua dan membawanya ke rumah sakit.

Danpomdam Jaya/Jayakarta Brigjen Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar menambahkan belasan anggota TNI ditangkap usai mengeroyok empat sipil di depan Polres Metro Jakarta Pusat.

"Jumlah yang mengeroyok orang orang ini, kita belum bisa tentukan. Tapi yang diamankan Pomdam ini ada 8 orang, ditambah mungkin sore ini lagi 6 orang. Nanti akan kita pisah-pisahkan apa terlibat langsung atau hanya ikut-ikutan," ucap Irsyad.