5 Penyebab Munculnya Bintik-Bintik Putih di Kulit, Bukan Melulu Panu

ERA.id - Munculnya bercak putih di kulit memang cukup mengganggu kepercayaan diri. Mungkin Anda pernah melihat orang dengan bintik-bintik putih di kulit atau justru Anda sendiri pernah mengalaminya. Penyakit kulit ini bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti punggung, tangan, leher, dan lainnya. 

Banyak orang mengira gejala bercak putih di kulit sebagai panu. Padahal bintik-bintik putih yang muncul ini tidak selalu berupa panu. Perlu Anda tahu bahwa ada beragam penyakit yang berbentuk bercak-bercak putih di kulit. 

Meski masalah kulit ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun penderitnya tetap perlu mewaspadai atau memeriksakannya ke dokter. Oleh karena itu Anda perlu tahu penyebab muncul bintik-bintik putih di kulit. 

Jenis penyakit bintik-bintik putih di Kulit

Kehadiran bercak putih di kulit membuat warna kulit menjadi tidak merata, sehingga menyebabkan penderitanya jadi kurang pede. Apalagi warna kulit Anda gelap maka bintik putih ini akan tampak jelas atau mencolok. 

Munculnya bintik putih sering terjadi ketika protein kulit atau sel-sel mati terperangkap di bawah permukaan kulit. Kondisi ini bisa terjadi karena depigmentasi atau kehilangan warna. Berikut ini beberapa jenis penyakit kulit yang menyebabkan bercak-bercak putih di kulit. 

Ilustrasi munculnya bintik-bintik putih di kulit (Freepik)

Vitiligo

Penyebab pertama munculnya bercak putih pada kulit yang bukan panu adalah vitiligo. Kondisi penyakit kulit ini terjadi ketika sel melanosit menghentikan produksi melanin yang berperan sebagai pigmen pada kulit.

Hingga kini, belum ada penjelasan pasti tentang apa yang menjadi penyebab vitiligo. Namun diduga bahwa faktor genetik dan penyakit autoimun berperan dalam terjadinya kondisi ini. Selain itu, risiko terkena vitiligo juga dapat meningkat karena paparan sinar matahari yang berlebihan, stres, dan kontak dengan zat kimia tertentu.

Perbedaan antara panu dan bercak putih karena vitiligo terletak pada gejalanya. Panu dapat menyebabkan rasa gatal, sementara vitiligo hanya menghasilkan bercak putih pada area kulit seperti wajah, leher, tangan, rambut, atau lipatan kulit.

Morfea

Salah satu keadaan medis yang dapat menyebabkan bercak putih muncul pada kulit tanpa menjadi panu adalah morfea. Morfea merupakan suatu kondisi langka yang timbul akibat peningkatan kadar kolagen yang berlebihan dalam tubuh. Biasanya, kondisi ini terjadi di area seperti punggung, perut, dada, dan lengan.

Metode pengobatan yang efektif untuk mengatasi morfea belum diketahui dengan pasti. Namun dokter bisa merekomendasikan terapi fototerapi dan penggunaan krim vitamin D kepada penderita morfea sebagai cara untuk mengendalikan gejala dan mencegah perkembangan kondisi yang lebih buruk.

Lepra

Lepra atau kusta merupakan bentuk penyakit kulit yang dicirikan oleh munculnya bercak putih pada kulit yang mengeras dan kehilangan sensitivitasnya. Penyebab utama dari kusta adalah infeksi oleh bakteri Mycobacterium leprae. Namun bakteri ini membutuhkan waktu lama untuk berkembang sehingga gejalanya seringkali baru muncul beberapa tahun setelah terjadi infeksi.

Pityriasis Alba

Pityriasis alba adalah suatu kondisi kulit yang terjadi karena kurangnya pigmen. Namun penyebab utama dari bercak putih pada kulit yang disebabkan oleh pityriasis alba ini masih belum jelas. Akan tetapi, kondisi ini sering kali terkait dengan eksim dan alergi.

Selain itu, bercak putih tersebut juga dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebihan dan kulit yang kering. Oleh karena itu disarankan bagi penderita untuk menjaga kelembaban kulit dan menghindari sinar matahari berlebihan.

Idiopathic Guttate Hypomelanosis

Idiopathic guttate hypomelanosis atau IGH merupakan suatu kondisi yang menghasilkan bercak putih pada kulit tangan. Paparan sinar matahari berlebihan merupakan penyebab utama dari idiopathic guttate hypomelanosis ini.

Berbeda dengan panu, IGH hanya mengakibatkan bercak putih pada kulit tanpa menyebabkan sensasi gatal atau nyeri. Untuk mengobatinya, dokter akan merekomendasikan agar penderita IGH menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, menggunakan tabir surya secara teratur, dan mungkin melakukan tindakan laser.

Demikianlah ulasan mengenai penyebab munculnya bintik-bintik putih di kulit. Masalah kulit ini tidak selalu berupa panu, namun bisa berbentuk penyakit kulit lainnya. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya periksakan ke dokter atau ahli kesehatan kulit. Baca juga jenis teh untuk kesehatan kulit.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…