Pantangan Setelah Botox Wajah yang Harus Diketahui

ERA.id - Perawatan botox atau botox treatment adalah tindakan melumpuhkan sementara otot seseorang dengan obat kosmetik. Tindakan ini dilakukan dengan onabotulinumtoxinA, neurotoxin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium botulinum. Bagi siapapun yang sudah maupun hendak menerima tindakan ini, maka ada beberapa pantangan setelah botox wajah. Apa saja pantangannya? Dilansir dari Healthline, simak ulasannya di bawah ini.

Efek Samping Botox Wajah

Perawatan suntik botox diyakini cukup aman. Suntikan dengan sejumlah toksin yang diencerkan untuk membuat otot berhenti kontraksi yang membantu kerutan melunak dan rileks.

Dalam konsentrasi tinggi, toksin tersebut mengakibatkan keracunan botulisme. Botulisme merupakan bentuk serius kelumpuhan otot yang berhubungan dengan makanan yang sudah terkontaminasi.

Pada umumnya, orang menggunakan botox untuk meminimalisir kemunculan kerutan di wajah. Namun, manfaat lain dari zat ini yaitu untuk mengobati keluhan berikut:

  • Beser
  • Mata malas
  • Distonia serviks (kejang leher)
  • Migrain kronis
  • Hiperhidrosis (keringat berlebihan)
Ilustrasi. (Pixabay)

Pantangan Setelah Botox Wajah

Setelah menerima tindakan suntik botox, ada beberapa pantangan yang harus diingat untuk menjaga hasil prosedur ini. Pantangan tersebut berupa:

Langsung Berolahraga

Jika olahraga menjadi sebuah rutinitas, maka Anda tidak boleh berolahraga terlebih dahulu setidaknya selama 24 jam. Dokter mungkin menyarankan untuk menunggu selama beberapa hari. Aktivitas fisik seperti berolahraga akan dapat meningkatkan peredaran darah. Olahraga juga menjadikan otot Anda berkontraksi, yang mampu menurunkan efektivitas toksin.

Namun, Anda bisa melakukan beberapa latihan wajah yang bisa dilakukan:

  • Mengerutkan kening
  • Tersenyum
  • Mengangkat alis

Gerakan-gerakan di atas sangat membantu mempercepat efek botox.

Menggunakan Makeup

Jika Anda menerima suntikan botox pada wajah, sebaiknya beristirahatlah dari penggunaan make-up selama 24 jam. Menggunakan make-up akan menggosok kulit, sehingga berisiko menyebarkan toksin ke berbagai bagian wajah.

Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Beberapa praktisi menyarankan agar membatasi alkohol dalam 24 jam pertama dan sehari sebelum perawatan. Sebab, alkohol dapat mengencerkan darah seperti aspirin, meningkatkan risiko memar setelah mendapatkan suntikan botox.

Hindari Facial Treatment

Anda juga disarankan untuk tidak menggosok area perawatan botox hingga 4 jam setelah perawatan. Termasuk pula menggosok lembut yang terkait dengan perawatan wajah.

Langsung Tidur

Anda juga disarankan untuk duduk selama 4 jam pertama setelah mendapatkan botox. Membungkuk atau berbaring berisiko menyebarkan racun menyebar dan menyebabkan memar.

Hindari Pemanasan Berlebihan

Jauhi sumber panas eksternal, misalnya sauna atau mandi air panas dalam beberapa hari setelah Anda mengikuti prosedur botox. Panas dapat memicu perluasan pembuluh darah dan berpotensi mengurangi kinerja atau efek botox.

Tidak Mengonsumsi Obat Pengencer Darah

Jika memungkinkan, sebaiknya jangan gunakan obat pengencer darah yang mengandung aspirin dan vitamin E dalam beberapa hari sebelum dan setelah botox. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko perdarahan dan bengkak di area yang di-treat.

Jangan Berbaring dan Memijat Area Wajah

Setelah menerima treatment Botox, sebaiknya jangan berbaring datar atau membungkuk ke depan selama beberapa jam. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah perpindahan Botox ke wilayah yang tidak diinginkan.

Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Terpapar sinar matahari langsung terlalu banyak dapat memengaruhi hasil botox dan meningkatkan risiko reaksi kulit. Anda bisa menggunakan tabir surya atau hindari sinar matahari secara langsung selama beberapa hari setelah mendapatkan prosedur.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…