Bill Gates Akui Kenal Jeffrey Epstein, Minta Maaf dan Menyesal Pernah Jalin Hubungan

ERA.id - Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengaku menyesal sempat memiliki hubungan dekat dengan pelaku predator seksual anak, Jeffrey Epstein. Bill meminta maaf atas kecerobohannya di masa lalu.

"Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf," kata Bill kepada 9 News, Kamis (5/2/2026).

Permohonan maaf dan penyesalan ini disampaikan Bill Gates usai draf email di antara dokumen-dokumen kejahatan Jeffrey Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Dalam draf itu, Epstein menuduh Bill terlibat dalam perselingkuhan dan kerap membantunya dalam mendapatkan narkoba hingga berhubungan seksual dengan gadis-gadis Rusia.

Bill menekankan isi email itu palsu dan tidak pernah dikirim kepadanya. Ia pun tidak mengerti maksud dan tujuan Epstein melakukan hal tersebut.

"Email itu tidak pernah dikirim. Email itu palsu. Saya tidak tahu apa yang dipikirkannya saat itu. Apakah dia mencoba menyerang saya dengan cara tertentu?" tuturnya.

Bill Gates mengatakan bahwa ia bertemu Epstein pada tahun 2011 dan beberapa kali makan malam dengannya selama tiga tahun. Namun Bill menekankan ia tidak pernah mengunjungi pulau Karibia milik Epstein dan tidak memiliki hubungan dengan wanita.

"Fokusnya selalu, dia mengenal banyak orang kaya, dan dia mengatakan dia bisa membuat mereka memberikan uang untuk kesehatan global. Jika dilihat kembali, itu adalah jalan buntu," katanya.

Juru bicara Bill Gates yang tidak disebutkan namanya pun turut menguatkan klaim yang disampaikan Epstein palsu. Ia menyebut Epstein sengaja menyeret nama Bill Gates demi menghancurkan nama baiknya.

"Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena ia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana ia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya," kata juru bicara tersebut.

Diketahui sejumlah tokoh-tokoh penting di dunia masuk ke dalam draf kasus Jeffrey Epstein dalam kasus kejahatan seksual anak. Nama-nama itu termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump; Pangeran Andrew; Richard Branson; Ehud Barak; Howard Lutnick; Peter Mandelson; Casey Wasserman; Miroslav Lajcak; Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit; hingga Elon Musk.