Dilarang Pakai Pangkalan Militer Spanyol untuk Serang Iran, Trump Marah

ERA.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah AS tak bisa menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran.

"Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tak ingin berurusan lagi dengan Spanyol," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima Kanselir Jerman Friedrich Merz, Selasa (3/3).

Pada Senin, Spanyol menyatakan AS tidak akan menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran, seraya menegaskan kewenangan penuh atas semua fasilitas yang mereka miliki.

"Pangkalan di bawah kedaulatan Spanyol tak akan digunakan untuk hal di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares dalam wawancara dengan El Diario.

Albares menegaskan bahwa meski pangkalan tersebut digunakan bersama, Spanyol tetap memiliki otoritas tertinggi. Ia juga membantah bahwa AS telah memberi tahu Spanyol sebelumnya dan menyebut serangan terbaru ke Iran sebagai "tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif."

Trump juga mengungkapkan kekesalannya terhadap Inggris yang memutuskan untuk mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan imbalan hak sewa selama 99 tahun untuk mengoperasikan pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia.

Pangkalan di pulau terbesar Kepulauan Chagos itu berperan penting mendukung operasi militer AS di Timur Tengah selama beberapa dekade.

Meski tidak menyebut Diego Garcia secara langsung, Trump mengatakan Inggris bersikap "sangat tidak kooperatif" ketika AS menyerang Iran dan menyebut posisi Inggris "mengejutkan."

"Mereka merusak hubungan. Memalukan sekali," katanya.

Ia mengatakan AS memerlukan waktu tiga hingga empat hari untuk memastikan lokasi pendaratan di Diego Garcia.

"Akan lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana dibanding harus terbang lagi selama beberapa jam. Jadi, kami sangat terkejut. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill," kata Trump, membandingkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan pemimpin Inggris era Perang Dunia II.

Sumber: Anadolu