Anggaran Proyek MBG Aman dari Potongan di Tengah Wacana Efisiensi
ERA.id - Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih tak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin kemarin.
Ini menyusul wacana pemerintah yang akan mengefisiensi anggaran sejumlah kementerian/lembaga (K/L) demi menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tetap di bawah 3 persen.
“Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali,” ujar Airlangga.
Alasan MBG tak kena pangkas, Menurut Airlangga, sebab memiliki daya investasi jangka panjang bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Sebaliknya, efisiensi akan dilakukan pada pos belanja yang berpotensi memberikan tambahan ruang fiskal.
“Jelas arahan Bapak Presiden, kita menjaga defisit di 3 persen. Dan tadi ada rapat koordinasi khusus untuk menyikapi tindak lanjut daripada sidang paripurna kemarin,” jelas dia.
Namun, pemerintah belum menetapkan angka final efisiensi anggaran belanja K/L. Keputusan itu nantinya bakal diumumkan oleh Prabowo.
Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku tengah menyiapkan rencana efisiensi anggaran.
Efisiensi utamanya akan dilakukan terhadap Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tiap K/L. Menurutnya, ABT K/L cukup membuat anggaran menggelembung sehingga potensial sebagai pos belanja yang bisa dipangkas.
Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal yang bisa dilakukan oleh K/L dalam menyiapkan rencana efisiensi anggaran. Persiapan ini rencananya bakal memakan waktu seminggu ke depan.
Menkeu pun mengatakan pemangkasan anggaran K/L ini nantinya tidak membutuhkan Instruksi Presiden (Inpres) sebagaimana efisiensi belanja pada awal 2025 yang diatur dalam Inpres 1 Tahun 2025.