Preman Keroyok Tetua dalam Acara Nikahan di Purwakarta, Polisi Disorot
ERA.id - Beberapa preman di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeroyok Dadang (57) hingga tewas pada Sabtu (4/4). Lebih miris lagi, Dadang saat itu menikahkan anaknya.
Sebelum menganiaya, para preman memalak orang-orang yang sedang menggelar pesta pernikahan. Namun, setelah ditawarkan uang Rp100 ribu, preman-preman itu menolak dengan alasan kurang.
Para preman maunya diberi Rp500 ribu. Saat mereka bikin ricuh, tamu pun panik, sebagian berlarian, sementara yang lain berusaha melerai.
Di tengah kekacauan, Dadang yang menggelar hajatan justru dipukuli dengan benda keras hingga mengenai bagian kepala dan tak sadarkan diri di lokasi. Insiden ini terekam dalam sebuah video.
Polisi pun menyatakan aksi premanisme itu terjadi salah satunya karena para pelaku telah meminum minuman beralkohol hingga bersikap arogan dan memicu keributan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni pun mendesak polisi memberantas rantai premanisme yang salah satunya menewaskan Dadang.
Dia menilai, kasus itu tidak berdiri sendir sebab biasanya dilindungi organisasi tertentu. "Ini yang harus ditindak. Polisi harus berani putus mata rantai premanisme dari hulunya," kata Sahroni, Senin (6/4/2026).
"Jangan cuma kroco-kroco lapangan saja yang ditangkap karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah," kata dia.
Jika hanya menindak pelaku di lapangan, dia pun meyakini di kemudian hari akan munculnya aksi premanisme yang baru.
"Akar permasalahannya harus diberantas, jaringan, dan kebiasaan pungli seperti ini harus dihentikan total agar masyarakat benar-benar merasa aman di lingkungannya," kata Sahroni.