Mahasiswa Unhas Penerima KIP Diteror Penipu Online, Pelaku Dapat Data dari Mana?
ERA.id - Penipu online yang dijuluki passobis asal Sulawesi Selatan mengambil data peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mahasiswa Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, berbentuk nama dan nomor telepon.
Setelah mengantongi itu, para penipu langsung beraksi. Dia menghubungi salah seorang mahasiswa Unhas lewat WhatsApp pribadi. Modusnya berpura-pura sebagai dosen atau petinggi civitas kampus.
Berdasarkan tampilan screenshot chatting WhatsApp yang bersumber dari korban yang bernama Ikhsan, pelaku mengambil foto seorang pria dan memasangnya menjadi foto profil. Pelaku mengaku sebagai Prof Suhasman.
Pelaku lalu menanyakan status Ikhsan sebagai mahasiswa Sastra Indonesia dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB Unhas).
"Betul dengan adek Ikhsan, Sasindo UH (Unhas Makassar)," kata si penipu yang pesannya dilihat ERA, Sabtu (3/10/2026) siang.
"Iya, dengan saya sendiri, ada apa yah, sampai nelpon tengah malam begini?" Ikhsan menimpali.
Tak hanya Ikhsan saja, mahasiswa lainnya juga ikut dihubungi soal status KIP.
"Mahasiswa jalur beasiswa, angkatan berapa? Ini Prof Suhasman," kata si penipu kepada mahasiswa.
"Angkatan 26 prof," singkat mahasiswa Unhas.
Penipuan ini turut diunggah admin akun Instagram @unounhas melalui story dan menuliskan caption 'apakah tolol, sudah tengah malam massobis'.
Merespons itu, Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman mengaku kaget mengapa bisa para penipu mengambil data mahasiswa Unhas yang menerima KIP.
"Kebocoran data itu nyata. Kok bisa data mahasiswa KIP sampai ke Pasobis?" jawabnya.
Lebih jauh, Ishaq belum bisa menyimpulkan apakah data penerima KIP bocor ke publik atau ke penipu online saja. "Tidak bisa dipastikan data penerima KIP bocor, ini baru dugaan saja," ucap Ishaq.
Dia juga membenarkan bahwa nama yang dikloning oleh kawanan penipu adalah direktur kemahasiswaan yang bertugas untuk mendata seluruh mahasiswa Unhas Makassar.
"Beliau Direktur Kemahasiswaan. Masalahnya kita tidak bisa pastikan obrolan WA yang dibagi itu valid atau tidak. Itu bersumber dari akun anonim, yang tidak ketahuan siapa adminnya," ungkap Ishaq kepada ERA.
Diketahui, penipuan online sudah jamak diketahui. Beberapa waktu lalu Polda Jawa Barat berhasil mengungkap dan menangkap penipu itu di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Anehnya, pelaku malah ditangkap oleh pihak Polda Jawa Barat, bukan ditindak oleh Polres Sidrap bahkan Polda Sulsel sesuai wilayah hukumnya.