Beda Orang Amerika dan Indonesia dalam Memakai WhatsApp

ERA.id - Banyak sosial media yang dianggap orang Amerika tidak begitu penting, seperti WhatsApp. Padahal di Indonesia, aplikasi ini jadi kebutuhan primer sekarang. Mengapa WhatsApp jarang dipakai kebanyakan orang Amerika, ya? Alasan sederhanya karena mereka merasa tidak perlu memakai WhatsApp. Dikutip dari International Calling Cards & App, berdasarkan survey statistik, hanya 16 persen penduduk Amerika yang menggunakan aplikasi ini.

Alasannya lainnya yakni:

Privasi

Berdasarkan survey 2015, privasi adalah hal yang sangat penting di Amerika. Menggunakan fitur Shareloc saja sudah dianggap mengganggu privasi oleh kebanyakan orang Amerika. Hal itu dinilai memungkinkan untuk mendapatkan data pribadi.

Telepon dan SMS tak terbatas

Inilah bedanya Amerika dan Indonesia. Di Indonesia, telepon dan SMS harus bayar lewat pulsa. Di Amerika, SMS dan telepon sudah tidak terbatas.

Tidak butuh

Mengapa orang Amerika harus mengunduh plikasi lagi, sedangkan ponsel mereka sudah ada aplikasi pesan. Contoh nya dalam sistem operasi IOS dalam iPhone, sudah ada fitur iMessage. Jadi mereka gak mau ribet download banyak-banyak aplikasi.

Tak tertarik

Walau banyak orang Amerika bisa saja mengunduh aplikasi WhatsApp, tapi itu lebih dimungkinkan kalau mereka berada di luar negeri, yang membuatnya tak mesti mengeluarkan banyak biaya hanya untuk panggilan atau sms internasional.

Beberapa alasan ini bisa jadi bahan renungan kita (orang Indonesia), sebenarnya apa sih aplikasi yang kita butuhkan atau yang kita inginkan? Setiap ada aplikasi baru, langsung instal. Asal tahu saja, setiap aplikasi bisa saja mencuri data pribadi kita. Lama-lama, kita sudah tidak punya lagi data pribadi yang bisa disembunyikan.