Mitos atau Fakta Lambung Manusia Bisa Menghancurkan Silet?

ERA.id - Lambung sudah jamak diketahui jika tugasnya bisa menyerupai ‘mesin’ pencerna makanan bahkan ia bisa menghancurkan silet sekalipun. Selain itu, ia juga memproduksi enzim atau asam lambung untuk memecah zat-zat makanan guna mempermudah penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Lambung memang memproduksi getah lambung yang terdiri asam lambung (HCI), pepsin, lipase, renin, dan gastrin. Getah lambung dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar pada dinding lambung bagian dalam. 

Asam lambung merupakan senyawa yang memiliki rumus kimia HCl atau asam klorida dan bersifat asam. Kadar HCl dalam asam lambung adalah sekitar 0,5 persen dari total getah lambung.

Asam lambung gunanya pembunuh kuman yang mengubah pepsinogen menjadi pepsin. HCl juga merangsang usus, hati, dan pankreas untuk mencerna makanan. Selain itu, membantu penyerapan air, protein, dan pepsin.

Asam lambung dapat mengendorkan pilorus (saluran akhir pada lambung yang menghubungkan lambung ke usus halus), karena HCl bersifat asam dengan pH kurang lebih 1-3. pH sendiri merupakan derajat keasaman yang digunakan untuk mengukur suatu keasaman atau kebasaan dari suatu larutan ataupun benda lainnya. 

Tingkat keasaman itu memungkinkan untuk dapat membakar bahan-bahan yang terbuat dari besi dan baja. Walaupun sangat kuat, tapi asam lambung tidak sampai menghancurkan perut kita. Kok bisa?

Alasannya, perut kita sudah otomatis melindungi dirinya dengan mengeluarkan larutan alkali bikarbonat yang dapat mengurangi kadar asam. Lapisan lambung pun terus-menerus berganti dan sepenuhnya memperbarui dirinya sendiri setiap empat hari sekali.

Lantas soal silet, perlu diketahui, bahwa zat asam memiliki peringkat pada skala dari 0 hingga 14—semakin rendah tingkat pH nya, maka semakin kuat asamnya.

Asam lambung pada tubuh manusia biasanya ada di skala 1,0 sampai 3,0, artinya asam lambung memiliki pH yang sangat kuat. Walaupun di beberapa kasus pH tidak selalu berpengaruh ke sifat korosif larutan, namun kebanyakan yang memiliki pH ekstrim (pH<4 dan pH>9) biasanya memiliki sifat korosif yang tinggi contohnya H2SO4 dengan pH 2.7 dan HF dengan pH 3.7.

Dengan skala pH asam klorida yang sangat kuat itu, besi yang semula kokoh, jika terendam dalam larutan asam klorida (HCl) dapat perlahan mengalami korosi dan berkarat lalu hancur.

Bahkan dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa punggung pisau bermata satu yang menebal karena karat, bisa larut setelah 2 jam perendaman dalam asam lambung atau asam klorida.

Meski faktanya mencengangkan kita, tidak mungkin jika silet mau kita telan mentah-mentah hanya dengan membaca kalimat di atas? Itu cuma perandaian saja, untuk lebih gampang mengetahui dahsyatnya kekuatan asam lambung.