Rumah Tertimpa Meteor, Pria Asal Tapanuli Mendadak Jadi Jutawan

ERA.id - Josua Hutagalung menjadi jutawan dadakan saat batu meteor jatuh ke atap rumahnya pada awal Agustus lalu. Pasalnya, batu meteor ini ternyata dihargai mahal oleh para kolektor dan peneliti asal Amerika Serikat (AS).

Josua yang berprofesi sebagai pembuat peti mati itu sedang bekerja ketika sebuah meteor seberat 2,2 kg menghantam atap rumahnya di Tapanuli, SUmatera Utara dan jatuh ke pekarangannya.

Batu tersebut tertanam sekitar 15 cm di dalam tanah. Joshua sempat merasa takut ketika akan mengambil batu itu. Dia kemudian ikut mengangkat tanah yang ada di sekitar batu. Menurutnya saat itu batu masih terasa hangat, lalu dia segera memasukkannya ke dalam rumah.

Batu Meteor yang Ditemukan Josua (The Sun)

"Saya menduga kuat batu ini memang benda dari langit yang banyak disebut orang batu meteor. Karena tidak mungkin ada yang sengaja melempar atau menjatuhkannya dari atas," ujar Josua, seperti dikutip dari The Sun, Kamis (19/11/2020).

Joshua lalu mengunggah foto batu tersebut ke aku Facebook miliknya. Unggahan ini menjadi viral dan mendapat banyak tanggapan dari netizen, hingga banyak tawaran untuk membeli meteor tersebut.

Setelah analisis, meteorit tersebut diklasifikasikan sebagai CM1/2 karbonan Chondrite, berusia 4,5 miliar tahun. Tak cuma langka dan tua, batu tersebut diduga juga membawa senyawa kimia yang diyakini telah menjadi benih kehidupan di awal sistem tata surya.

Ahli meteorit Jared Collins, yang sedang berada di di Bali, langsung berangkat ke Sumatera Utara untuk melihatnya. "Ponsel saya menyala dengan tawaran gila bagi saya untuk langsung terbang dan membeli meteorit tersebut, katanya.

Jared kemudian membayar setara dengan penghasilan 30 tahun Josua untuk meteoritnya.

Setelah melakukan kesepakatan dengan Josua, Jared mengirimkan batu tersebut ke AS, dan sekarang menjadi koleksi Jay Piatek, seorang dokter dan kolektor meteorit dari Indianapolis.

Josua, yang memiliki tiga anak laki-laki, mengatakan dia sekarang berencana untuk pensiun, tetapi juga akan menggunakan sebagian uang yang dia dapatkan untuk membangun gereja di komunitasnya.

"Saya juga selalu menginginkan seorang anak perempuan, dan saya berharap ini pertanda bahwa saya akan cukup beruntung untuk memiliki anak perempuan," katanya.