Serang Gus Miftah, Ustaz Maaher At-Thuwailibi: Kyai Pencinta Lonte?

ERA.id - Ustaz Maaher At-Thuwailibi kembali berulah. Kali ini, dia menyindir Gus Miftah perihal lonte lewat akun Twitter miliknya.

Ustaz Maaher memposting cuplikan video Gus Miftah yang menyebut kata lonte ketika berceramah, Minggu (22/11) kemarin.

"Kata Gus Miftah, Pengajian yang paling menyenangkan adalah pengajian dengan lonte. Berarti Gus Miftah ini kyai pecinta lonte?" kata Ustaz Maaher.

Dalam video yang dibagikan Ustaz Maaher, Gus Miftah awalnya menceritakan pengalaman saat dia berdakwah di area lokalisasi. Saat ditanya apakah dia tergoda, Gus Miftah menjawab: "Ketika saya masuk ke dunia malam, saya harus tahu kapan menempatkan gas, kapan menempatkan rem".

Kemudian, dalam cuplikan berikutnya Gus Miftah menyebutkan bahwa pengajiannya tidak hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja.

Akan tetapi, para pejabat, anak-anak kampus, artis, masyarakat umum, hingga PSK pun boleh hadir dalam pengajiannya.

Setelah itu, tampil cuplikan saat Gus Miftah mengatakan pengajian yang paling menyenangkan adalah dengan lonte.

"Dan pengajian sing (yang) paling nyenengke (menyenangkan) adalah pengajian dengan lonte. Kenapa? Karena ngajinya berpahala, matanya bervitamin," tukas Gus Miftah.

Pernyataan tersebut yang kemudian membuat Ustaz Maaher bertanya-tanya apakah Gus Miftah adalah kiai pecinta lonte.

Sebelumnya, Gus Miftah mengomentari soal perseteruan antara Nikita Mirzani dengan Ustaz dari Front Pembela Islam (FPI), Maaher At Thuwailibi.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta ini tidak terima dengan kata-kata Maaher yang dianggap menyinggung ulama di Pekalongan, Luthfi bin Yahya. 

Dalam video yang diunggah Gus Miftah di akunnya di Instagram, dia menyinggung bahasa Maaher tidak bermoral saat menegur Nikita Mirzani.

"Anda ini kemarin berdebat dengan seorang Nikita Mirzani gara-gara menurut Anda Nikita Mirzani menghina habib. Anda minta Nikita Mirzani menghormati habib. Bagus. Walaupun bahasa yang Anda sampaikan sama sekali tidak berakhlak, tidak bermoral dan beretika," ujarnya, Sabtu (14/11).

Namun, lanjut Gus Miftah, dia mengaku heran lantaran Maaher justru merendahkan Habib Luthfi Bin Yahya. 

"Tetapi di sisi lain, Anda justru menghinakan habaib, dalam hal ini guru kami, Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan," ujar Gus Miftah.