Beredar Isu Rumah Tempat Eksekusi Laskar FPI Ditemukan, Simak Penjelasannya

ERA.id - Sebuah akun Facebook bernama Kamarul Zaman mengunggah sebuah postingan yang menyebut bahwa Komnas Ham dan Indonesian Police Watch (IPW) menemukan rumah tempat eksekusi enam laskar FPI yang tewas, beberapa waktu lalu.

Akun tersebut pun memposting tangkapan layar gambar thumbnail video YouTube berjudul "VIRAL HARI INI ~ TEMUAN KOMNAS HAM BIKIN POLISI KAGET | BERITA TERKINI NEWS TERBARU HARI INI" yang diunggah kanal YouTube BERITA POPULER dengan narasi sbeagai berikut:

"HAM bongkar abis pembunuh biadap."

Di gambar terdapat narasi "B*NGS*T DAN SANGAT BIADAB!!", "TEMUAN KOMNAS HAM BIKIN POLISI KAGET POLISI" dan "KOMNAS HAM IPW BEBERKAN BUKTI BARU ADA RUMAH TEMPAT EXEKUSI LASKAR."

Setelah ditelusuri, dilansir dari laman turnbackhoax.id, klaim bahwa Komnas dan IPW beberkan bukti baru ada rumah tempat eksekusi laskar FPI adalah klaim yang salah.

Faktanya, tidak ada informasi valid terkait hasil temuan Komnas HAM dan IPW tersebut. Di video yang gambar tangkapan layarnya diunggah sumber klaim sendiri tidak ada keterangan terkait penemuan bukti baru rumah tempat eksekusi laskar FPI oleh Komnas dan IPW.

Video berdurasi 11 menit 27 detik itu hanya berisi potongan gambar dan video cuplikan keterangan dari anggota Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menolak menghadiri rekonstruksi kasus bentrok anggota Polri dengan Laskar FPI, doa, dan keterangan dari seseorang terkait kasus tewasnya 6 laskar FPI tersebut.

Dilansir dari suara.com, Komnas HAM sendiri telah menemukan bukti baru sebagai titik terang investigasi kasus tewasnya 6 laskar FPI.

"(Titik terang investigasi tewasnya 6 laskar) Bukti baru itu ada. Begitu," kata Beka di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/12).

Namun demikian, Beka enggan merinci bukti-bukti baru yang didapat Komnas HAM dalam investigasi kasus tersebut. Ia hanya menyebut diantara barang bukti yang didapat pihaknya.

"Sudah, sudah. (Buktinya) Proyektil dan sebagainya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Beka mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan apakah kasus tewasnya 6 laskar tersebut merupakan pelanggaran HAM apa tidak. Pihaknya masih terus mengumpulkan bukti sebanyak mungkin.

"Belom ada kesimpulan apa pun. Sampai saat ini kami belom menyatakan apa pun tentang proses yang dijalankan Komnas," tandasnya.

Selain itu, dikutip dari Kompas, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Choirul Anam menyebut temuan berkait tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) saat ini sudah lebih detail dan mendalam.

"Temuannya lebih detail lebih dalam ya. Semakin lama lebih detail, lebih dalam, dan lebih jelas posisinya," kata Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (21/12).