PDAM AS Gagalkan Upaya Pencemaran Air oleh Peretas Siber

ERA.id - Seorang peretas yang belum diketahui identitasnya berhasil masuk ke sistem komputer perusahaan penyedia air bersih di Florida, Amerika Serikat, dan dengan sengaja meningkatkan zat aditif hingga 100 kali lipat dan berpotensi membahayakan konsumen.

Hal ini disampaikan pihak kepolisian setempat pada Senin, (8/2/2021), seperti dilaporkan media Channel News Asia (CNA).

Serangan siber ini bisa diidentifikasi dengan cepat dan langsung digagalkan. Tidak ada warga kawasan Tampa, Oldsmar, yang sempat mengonsumsi air yang tercemar itu, sebut sheriff Pinellas County, Bob Gualtieri.

Ketika peristiwa ini terjadi pada Jumat siang, operator komputer di sistem penjernihan air Oldsmar  menyadari seseorang mengakses kendali komputer dari jarak jauh, kata Gualtieri.

Operator tersebut melihat bahwa penunjuk (pointer) mouse mengklik sejumlah menu selama beberapa menit sebelum akhirnya membuka sistem kontrol pengaturan kadar sodium hidroksida dalam air.

Bahan kimia tersebut, yang juga dikenal sebagai larutan alkali dan digunakan sebagai cairan pembersih saluran air, ditambahkan ke dalam air dalam jumlah sangat kecil untuk mengontrol tingkat keasaman air dan membersihkan air dari molekul besi.

Namun, si hacker menambahkan kadar bahan kimia ini dari 100 part per million menjadi 11.100 part per million, alias meningkatkan kadarnya 100 kali lipat. Setelah itu sang peretas keluar dari sistem, kata Gualtieri.

"Ini aksi yang cukup membahayakan," kata dia dalam konferensi persi. "Untungnya, hal ini langsung disadari."

Ia meyakinkan bahwa belum ada satu konsumen pun yang terpapar air yang 'tercemar' itu. Bahkan, bila aksi ini tidak langsung diketahui, masyarakat juga masih aman karena perlu waktu 24 jam sebelum air yang ditambahi sodium hidroksida ini mencapai konsumen.

Kini kasus peretasan ini telah diselidiki bersama dengan pihak Biro Investigasi Federal (FBI) dan US Secret Service. Para penyidik belum bisa mengenali apakah peretas berasal dari dalam atau luar negeri, dan apa alasan ia menyerang kawasan tersebut.

"Sistem penjernihan air, seperti sistem fasilitas publik lainnya, adalah bagian dari infrastruktur penting negara, dan ia merupakan target yang riskan apalagi ketika seseorang berniat melakukan kejahatan yang membahayakan publik," kata Gualtieri.