Presiden Joe Biden Bela Tindakan Israel Saat 65 Warga Palestina Tewas Dihantam Roket

ERA.id - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, Rabu, (12/5/2021), bahwa Israel "berhak melindungi diri ketika ribuan roket meluncur masuk ke teritori (mereka)", seperti dikutip oleh kantor berita Turki, Anadolu.

Biden menyampaikan hal tersebut setelah berkomunikasi, via telepon, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seraya menambahkan bahwa ia berharap konflik yang memanas, antara Israel dan rakyat Palestina, "segera berakhir".

Dalam percakapannya dengan PM Netanyahu, lapor Anadolu, presiden AS itu menyatakan "dukungan Amerika Serikat ke arah perdamaian di kawasan" dan "dukungan kuat terhadap keamanan Israel serta hak Israel untuk melindungi diri dan warganya, sembari menyelamatkan kaum sipil."

Pernyataan oleh pihak Gedung Putih juga menyebut Joe Biden "mengecam serangan roket oleh (milisi) Hamas dan kelompok teroris lainnya, yang menyasar Yerusalem hingga Tel Aviv."

"Ia turut meyakini bahwa Yerusalem, sebuah kota yang sangat penting bagi banyak kaum beriman di seluruh dunia, harus tetap menjadi kawasan yang penuh perdamaian," sebut pernyataan itu.

Ketegangan meningkat dengan tajam sejak pekan lalu di Yerusalem, menyusul putusan pengadilan Israel bahwa pemukiman kaum Palestina di kawasan Sheikh Jarrah, di Yerusalem Timur, sah untuk digusur. Keputusan ini memicu unjuk rasa dari warga Palestina, serta balasan serangan aparat Israel terhadap warga Palestina tersebut.

Hari Senin, (10/5/2021), menjadi salah satu hari paling menegangkan ketika aparat Israel mengejar warga Palestina yang sedang berkumpul d Masjid Al-Aqsa, salah satu masjid paling disucikan di dunia.

Sejak hari itu, Israel dan milisi Palestina, terutama Hamas, saling serang lewat misil roket. Data terkini, disebut Kementerian Kesehatan Palestina, Rabu, ada 65 warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan roket Israel. Angka tersebut mencakup lima wanita dan 16 anak-anak.

Kerusakan parah juga dialami bangunan-bangunan yang ada di Jalur Gaza. Gedung-gedung bertingkat dikabarkan telah rata dengan tanah.

Sementara itu, di sisi Israel, enam orang warga Israel tewas - lima di antaranya akibat serangan roket - serta ada satu tentara yang tewas setelah kendaraan militernya terhantam roket.