Jokowi Optimis PPKM Darurat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi: Kuncinya Bagaimana COVID-19 Dikurangi

ERA.id - Pemerintah bakal mengeluarkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan angka kasus positif COVID-19 yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir ini.

Presiden Joko Widodo mengatakan, hanya dengan menyelesaikan COVID-19, maka pertumbuhan ekonomi bisa kembali dipulihkan.

"Kunci dari urusan ekonomi yang kita hadapi ini adalah bagaimana COVID-19 ini dikurangi, ditekan agar hilang dari bumi pertiwi ini," ujar Jokowi saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

Jokowi mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 selalu berpengaruh pada indeks kepercayaan konsumen hingga indeks penjualan ritel. Hal yang sama, menurutnya juga dialami oleh negara-negara lain. Oleh karenanya, Jokowi mengaku optimis PPKM Darurat akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara.

"Begitu pembatasan ketat dilakukan kemudian mobilitas turun, kasusnya ikut turun misalnya itu indeks kepercayaan konsumen masih naik, indeks penjualan ritel naik," kata Jokowi.

"Oleh sebab itu kebijakan PPKM darurat ini mau tidak mau harus dilakukan," tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas memaparkan, saat ini Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia sudah mulai menunjukkan angka yang baik yaitu 55,3 persen, meskipun berada di kondisi pandemi COVID-19. Sedangkan PMI manufaktur sebelum pandemi hanya 51 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekspor juga naik menjadi 58 persen, kemudian impor bahan baku tumbuh 79 persen, dan impor barang modal tumbuh 35 persen. Indeks penjualan ritel juga tumbuh 12,9 persen, konsumsi semen juga tumbuh 19,2 persen, dan penjualan kendaraan Niaga tumbuh 783 persen.

"Oleh sebab itu, kita semua masih optimis bahwa di Kuartal kedua dari yang sebelumnya kuartal pertama minus 0,74 persen, di Kuartal kedua kita masih optimis akan tumbuh insya Allah kurang lebih 7 persen," pungkasnya.