PKS Cabut Anjuran Kader Boleh Poligami dengan Janda, Denny Siregar: Baru Mau Daftar, Udah Bubar Aja..

ERA.id - Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat akhirnya meminta maaf soal anjuran bagi kadernya berpoligami menikahi janda untuk membantu perekonomian. Hal itu menyusul kritikan dari sejumlah pihak.

PKS sebelumnya membuat program solidaritas tiga pihak. Salah satu poin dalam program tersebut, menyarankan kader PKS laki-laki yang mampu untuk berpoligami dengan janda.

Hal itu tercantum dalam program dari Dewan Syariah PKS. Dalam program UPA nomor delapan tertulis 'anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu mengutamakan pilihannya kepada aromil/janda atau awanis'.

Mengetahui anjuran berpoligami dicabut, pegiat media sosial Denny Siregar berseloroh dengan mengatakan bahwa dirinya hampir saja ingin mendaftar sebagai kader PKS.

"Ahhhhh baru mau daftar jadi kader, udah bubar aja..." cuit Denny Siregar.

Ia sebelumnya menyindir dengan mengatakan ingin bergabung ke PKS karena anjuran berpoligami tersebut.

"Akhirnya gua ketemu alasan tepat kenapa harus gabung PKS nantinya..Hidup PKS !!" tambah dia.

Sebelum anjuran poligami dicabut, Surahman mengatakan bahwa aturan poligami kepada kader PKS sudah diatur dalam agama.

"Kalau persoalan agama harus kembali kepada yang punya agama dalam hal ini Allah dan Rasulnya. Nah bagaimana menurut Al-Qur'an, itu dibolehkan, diizinkan, Rasul juga mencontohkan," kata Surahman kepada wartawan, Kamis (20/9/2021).

Akan tetapi PKS hanya mengizinkan kader laki-lakinya yang mampu secara finansial untuk berpoligami dengan janda. Karena tujuannya untuk membantu anak yatim.

"Kita bikin etikanya bagi yang punya kemampuan ya silakan bantu para fakir miskin, bantu itu anak yatim," katanya.