Usai Disambangi Dubes Ukraina, Ketum PBNU Minta Putin Segera Hentikan Perang: Gencatan Senjata Sekarang Juga!

ERA.id - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (7/3/2022) kemarin.

Dikutip dari NU Online, dalam kunjungan tersebut Dubes Hamianin disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menyerukan agar kekerasan yang terjadi di Ukraina bisa segera mungkin dihentikan.

“Atas nama NU, saya menyeru kepada Rusia, kepada Presiden Putin, untuk menghentikan segera perang ini, gencatan senjata sekarang juga,” kata Gus Yahya dalam Konferensi Pers usai pertemuan di Lantai 2, Gedung PBNU.

“NU akan berusaha melakukan apapun untuk membantu,” tegasnya. Apa yang terjadi Ukraina, sambungnya, bukan hanya persoalan antara dua negara, tetapi juga ancaman bagi seluruh masyarakat Internasional. “Saya menyeru kepada masyarakat internasional untuk segera bangkit dan bersama-sama melakukan sesuatu untuk menghentikan krisis ini,” tukasnya.

Dalam lawatannya tersebut, Dubes Hamianin menjelaskan kondisi terkini pasca invasi Rusia ke Ukraina 24 Februari 2022 lalu.

Ia menyebut, bahwa konflik yang terjadi di sana merupakan sebuah bencana kemanusiaan. “Apa yang terjadi di Ukraina saat ini adalah bencana kemanusiaan,” kata Hamianin.

Ia juga menutur bahwa dengan alasan apapun, perang tidak bisa dibenarkan. Untuk itu, ia meyakini bahwa komunitas dunia harus bersatu demi menghentikan invasi Rusia ke Ukraina.

Ia menilai, hanya persatuan yang dapat membawa perdamaian, stabilitas dan pembangunan ke dunia ini.

“Tidak ada yang bisa membenarkan perang, tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan warga sipil, tidak ada yang bisa membenarkan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.

“Itulah mengapa kami menyerukan kepada komunitas dunia, masyarakat, kepada media, kepada organisasi keagamaan, komunitas agama, untuk berdiri dan mengakhiri perang ini,” imbuhnya.

Secara khusus, ia berharap umat Islam di Indonesia, khususnya NU, mendoakan agar invasi yang terjadi hingga saat ini bisa segera berakhir. “Setiap nyawa berharga. Jadi, saya sangat berharap NU dan umat Islam di Indonesia akan memberikan kami doa untuk segera mengakhiri ini,” ungkapnya.