Suporter PSMS Medan Desak Asprov PSSI Sumut Dibubarkan, Kenapa?

| 27 Aug 2022 08:05
PSMS Medan saat menjuarai Edy Rahmayadi Cup 2022. (Ilham/ERA).

ERA.id - Salah satu pendukung fanatik klub sepak bola PSMS Medan, PSMS Medan Fans Club (PFC) mendesak Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara (Sumut) untuk dibubarkan.

Ketua Umum PFC Hendra Sihaloho mengatakan desakan itu muncul setelah pihaknya menilai adanya itikad buruk dari Asprov PSSI Sumut yang berusaha menggagalkan PSMS Medan berlaga pada putaran Liga 2 Indonesia musim 2022/2023.

Terkait desakan itu, Hendra mengaku telah menginstruksikan seluruh anggota PFC untuk melakukan unjuk rasa dalam waktu dekat ini.

"Bila perlu kami akan turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa agar Asprov PSSI Sumut dibubarkan saja. Karena lebih banyak mudaratnya. Tahunya membuat gaduh saja, tanpa ada program pembinaan atlet yang jelas dari Asprov PSSI Sumut," katanya kepada wartawan, Jumat (26/8/2022).

Hendra bahkan mengaku telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah suporter PSMS Medan lainnya untuk melakukan unjuk rasa. Ditegaskannya, konsolidasi itu dilakukan setelah Asprov PSSI Sumut terus membuat polemik di internal PSMS Medan.

"Jangan kalian pikir kami para suporter tinggal diam atas apa yang telah kalian lakukan terhadap PSMS ini. Bilamana PSMS tidak bisa berlaga di Liga 2, kami para suporter akan bergerak untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada PSSI dalam hal ini Asprov PSSI Sumut," tegasnya.

Hendra juga mengaku prihatin melihat sejumlah petinggi Asprov PSSI Sumut yang tega ingin menghancurkan klub kebanggaan warga Kota Medan berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Dua petinggi Asprov PSSI Sumut itu disebutnya berinsial KS dan JR. Dia juga mengeluarkan ultimatum kepada KS dan JR agar berhenti bermanuver dalam menghancurkan PSMS Medan.

"Sungguh miris dan kecewa melihat apa yang telah dilakukan oleh KS dan JR yang membuat manuver agar PSMS Medan tidak bisa berlaga di kompetisi Liga 2. Kelihatan sekali niat jahat mereka untuk menghancurkan dan merusak klub kebanggaan kami PSMS Medan ini," terangnya.

Seperti diberitakan, PSSI mencabut pengesahan Arifuddin Maulana sebagai Direktur PSMS Medan per tanggal 25 Agustus 2022. Adapun alasan pencabutan itu, setelah adanya proses hukum yang belum selesai terhadap PT. Kinantan Medan Indonesia.

PT Kinantan Medan Indonesia sendiri merupakan Perseroan Terbatas yang berwenang mengelola PSMS Medan.

PSSI mencabut sertifikat pengesahan official nomor 2883/PSSI/SR-OFFICIAL/VII-2022 atas nama Arifuddin Maulana sebagai Direktur.

Sebelumnya, pengesahan Arifuddin Maulana sebagai Direktur PSMS tertuang dalam Sertifikat Pengesahan Official dengan nomor 2883/PSSI/SR-OFFICIAL/VIII-2022 per tanggal 23 Agustus 2022, ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi.

Namun dua hari berselang, PSSI mencabut sertifikat pengesahan official nomor 2883/PSSI/SR-OFFICIAL/VII-2022 atas nama Arifuddin Maulana sebagai Direktur per tanggal 25 Agustus 2022.

 

Rekomendasi