Edy Rahmayadi Puji Persatuan Bobotoh Kala Persib Bandung Diganggu

| 25 Aug 2022 11:24
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (Ilham/ERA).

ERA.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menceritakan sejumlah pengalaman yang ia dapat saat menjadi Ketua Umum PSSI 2016/2019.

Salah satunya mengetahui tentang karakter suporter dari tiap-tiap klub. Dari sekian banyak, Edy menyebut Bobotoh yang diketahui merupakan suporter dari klub sepak bola Persib Bandung.

Edy memuji Bobotoh yang memiliki rasa persatuan yang tinggi. Tak hanya Bobotoh, mantan Pangkostrad itu turut memuji rasa solidaritas masyarakat Jawa Barat terhadap Persib Bandung.

Edy menyebut masyarakat Bandung akan bersatu menjadi Bobotoh kala Persib Bandung diganggu oleh segelintir orang tak bertanggung jawab. Dia menegaskan hal itu ia ketahui saat menjadi Ketua Umum PSSI.

"Anda ganggu itu Persib Bandung, Bobotoh yang turun. Yang tidak Bobotoh ikut bergabung menjadi satu di Bobotoh dan saya tahu persis itu. Saya pernah jadi Ketua PSSI," katanya saat memberi kata sambutan pada acara launching skuad PSMS Medan Liga 2 Indonesia 2022/2023 di Hotel Santika Dyandra, Rabu (24/8/2022).

Edy berharap rasa persatuan dan rasa solidaritas tinggi dari Bobotoh bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Sumut khususnya suporter PSMS Medan. Komisaris PT Kinantan Medan Indonesia itu meminta agar masyarakat Sumut khususnya Kota Medan bersatu saat melihat PSMS Medan mendapat gangguan dari berbagai pihak.

"Saya katakan sekali lagi Anda yang mewakili ini dari Sumatera Utara bersama-sama kita jaga PSMS seperti halnya Bandung," pintanya.

Menurut Edy, Persib Bandung dan PSMS Medan sama-sama menjadi klub bersejarah di kanca sepak bola Indonesia. Dia menyebut kedua sudah ada sejak zaman perserikatan.

"PSMS ini adalah heritage. PSMS ini lahir dari perserikatan. Perserikatan lahir sepak bola nasional itu ada lima skuad. Kalau kita lihat dari timur sana, ada Ujung Pandang, tarik lagi ke tengah ada Persebaya Surabaya, tarik lagi ada Persib Bandung, tarik lagi ada Persija Jakarta, dan sampai ke barat, adalah PSMS Medan," terangnya.

Edy bahkan menyebut PSMS Medan pernah mengalahkan klub raksasa asal Belanda, Ajax Amsterdam.

Hanya saja, mantan Pangdam I/Bukit Barisan itu tidak menampik kalau saat ini PSMS Medan jauh tertinggal dari rival-rivalnya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya yang notabennya tetap eksis di kanca tertinggi sepak bola tanah air Liga 1 Indonesia.

"Ajax pernah kalah sama PSMS, Rusia masih sedang ngetop-ngetopnya kalah sama PSMS, Persija tidak pernah menang lawan PSMS, tetapi orang lain makin lama semakin menanjak, PSMS semakin lama semakin turun," kesalnya.

Edy pun berharap manajemen dan penggawa PSMS Medan bisa tampil maksimal saat mengarungi Liga 2 Indonesia 2022/2023 guna menatap Liga 1 Indonesia musim mendatang.

"Terus berjuang, baik manajemen yang mengatur dan atlet (pemain) Anda tidak alasan, Anda sudah berdiri, tampang Anda sudah berdiri di sini, pastikan Anda kalaupun harus mati, mati Anda di lapangan," pungkasnya.

Rekomendasi