Bom Meledak di Polsek Astana Anyar, Komisi III DPR Soroti BNPT: Jangan Cuma Pikir Anggaran!

| 07 Dec 2022 12:35
Bom Meledak di Polsek Astana Anyar, Komisi III DPR Soroti BNPT: Jangan Cuma Pikir Anggaran!
Ilustrasi garis polisi (Wikimedia Commons)

ERA.id - Menanggapi adanya ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Anggota Komisi III DPR RI Santoso meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) benar-benar menjalankan program deradikalisasi.

Dia juga bilang, BNPT jangan cuma sekadar memikirkan anggarannya saja. "Program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT jangan hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Tapi benar-benar membentuk sikap toleran antar anak bangsa atas adanya perbedaan dan pandangan politik," kata Santoso, Rabu (7/12/2022).

Menurutnya, peristiwa bom bunuh diri tersebut bentuk kelalaian BNPT. Seharusnya, aparat penegak hukum dapat mengawasi adanya bom bunuh diri. Khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Peristiwa bom bunuh diri ini BNPT kecolongan," kata Santoso.

Sebelumnya, terjadi ledakan yang diduga bom bunuh diri di sekitar Polsek Astana Anyar. Densus 88 Antiteror Polri sudah berada di TKP untuk melakukan penelusuran.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung menjelaskan kejadian diduga bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, berawal ketika anggota sedang apel.

"(Pada) pukul 08.20 WIB, Polsek Astana Anyar sedang apel, (lalu datang) satu orang laki-laki, masuk ke polsek mengancungkan senjata tajam (sajam)," kata Aswin kepada wartawan, Rabu (07/12/2022).

Aswin menambahkan pelaku yang membawa sajam ini menerobos barisan anggota polisi yang sedang apel. Personel polisi pun menghindari pelaku ini.

Usai menerobos, pelaku bunuh diri meledakkan bom yang dibawanya. "Ledakan terjadi di bagian dalam, depan pintu masuk polsek. Korban tiga polisi luka, sekarang lagi dibawa ke rumah sakit di Bandung," ucapnya.

Rekomendasi