Momen Ridwan Kamil Ditaklukkan Lontong dan Durian Medan

| 02 Feb 2023 15:56
Momen Ridwan Kamil Ditaklukkan Lontong dan Durian Medan
Ridwan Kamil dan Musa Rejekshah saat mencicipi durian medan.

ERA.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau RK mengunjungi Kota Medan, Sumatera Utara, sejak 31 Januari 2023 dan kembali ke Bandung, siang tadi, Kamis (2/2/2023).

Selama di Medan, RK menemui Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Selasa 31 Januari 2023 malam. Pertemuan ini untuk membahas kerja sama Pemprov Jabar dan Pemprov Sumut.

Esok paginya, RK menghadiri jamuan mantan Gubernur Sumut Datok Syamsul Arifin. Di sana ia disuguhi kuliner khas Medan, lontong medan.

Malamnya, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengunjungi Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rejekshah alias Ijeck. Pertemuan singkat berlangsung di Rumah Dinas Wagub Sumut.

Ijeck kemudian mengajak Emil untuk mencicipi kuliner khas Medan di salah satu kawasan wisata kuliner Medan di Jalan Wajir, Kecamatan Medan Kota.

Ijeck mengatakan alasan dirinya mengajak Emil mencicip kuliner di kawasan tersebut agar lebih merakyat. "Karena kan kalau makan-makan di tempat ber AC yang tertutup udah biasa. Makanya kita ajak ke tempat terbuka gini, biar masyarakat lebih kenal, kita numpang ngetop," ungkap Ijeck.

Sementara, Emil sendiri disuguhi beberapa hidangan kuliner khas Medan. Dia juga tak ingin berkomentar banyak sesudah mencicipi hidangan yang disuguhi. "Rasa bintang lima, harga kaki lima," katanya.

Lanjutnya, Emil mengaku kalau sampai saat ini dirinya masih menaruh rasa penasaran terhadap kuliner lontong medan yang tidak dapat ditemui di Bandung.

Apalagi, paginya, eks Wali Kota Bandung ini mengaku disuguhi lontong Medan saat menghadiri jamuan Syamsul Arifin. "Pertama saya penasaran kenapa nggak ada lontong Medan di Bandung. Jadi tadi sama Datuk Syamsul Arifin makan lontong medan," ungkapnya.

Bersama Ijeck, Emil turut disuguhi king of fruit yakni durian Medan. Dia bahkan menyebut haram hukumnya kalau tidak makan durian jika ke Medan. Namun, Emil memastikan durian ada di Bandung, namun tidak cukup terkenal seperti durian Medan.

"Durian ada tapi tidak seterkenal di Medan. Medan mah udah terkenal. Haram hukumnya kalau ke Medan nggak makan durian," sebutnya.

Emil juga menepis kalau dirinya baru kali pertama ke Medan. Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Pemilih dan co-chair Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar ini memastikan Medan sudah tidak asing baginya.

Dia mengaku kerap bolak-balik Medan ketika masih aktif sebagai seorang arsitek. Salah satunya saat mengarsiteki Hotel Santika Medan dan Focal Point Medan.

"Saya sudah 10 kali, 12 kali lah. Dulu kan zaman arsitek dulu, saya punya dua proyek di sini. Satu Hotel Santika dan Focal Point di ring road. Dulu bolak-balik ke sini," tegasnya.

Hanya saja, Emil mengaku melihat banyak perbedaan terhadap Medan yang dulu dengan sekarang. Dia menyebut dahulu Lapangan Merdeka banyak ditemui gerai-gerai kuliner.

Saat ini, gerai-gerai kuliner tersebut sudah tidak dapat ditemui lantaran Lapangan Merdeka Medan tengah dalam revitalisasi. Pemkot Medan akan mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka Medan menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

"Oh direvitalisasi, dikembalikan. Dikembalikan jadi resto juga? Warga setuju? Oh ada kontroversi. Tapi memang bukan untuk peruntukkannya, ya janganlah," kata Emil.

Emil juga memberi saran kepada Pemkot Medan dalam upaya menarik minat wisatawan ke Kota Medan. Menurutnya, ada tiga poin yang harus dipahami agar wisatawan mau datang ke Medan.

"Jadi poinnya orang ke Medan itu wisata, pasti wisata kota. Jadi cuma tiga, jalan-jalan, foto-foto, makan-makan. Makanya bangunan tuanya harus dipertahankan," sarannya.

Emil kembali menyarankan agar adanya upaya menata ruang-ruang yang tidak bermanfaat yang di kota sangat banyak. Seperti kolong jalan tol, kolong flyover, dan persimpangan-persimpangan yang minim penerangan.

"Makanya saya apresiasi Kesawan, lagi direvitalisasi. Itu kalau jadi bakal kayak Malioboro. Orang pasti ke Medan nggak bakal sebentar dan udah berapa itu sumbangan buat ekonomi," pungkasnya.

Rekomendasi