Kemarin Biarkan Anak Trail Ngegas di Taman Edelweiss, Kini Perhutani Tutup Ranca Upas

| 12 Mar 2023 16:51
Kemarin Biarkan Anak Trail Ngegas di Taman Edelweiss, Kini Perhutani Tutup Ranca Upas
Warga mengecek kerusakan lahan di kawasan wisata Rancaupas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

ERA.id - Kemarin mengizinkan rombongan pengendara motor trail ngegas di taman bunga Edelweiss Rawa, kini PT Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten menutup sementara kawasan wisata Rancaupas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana tidak, Edelweiss Rawa yang susah payah dikembangbiakkan petani setempat, dalam hitungan jam, rata dengan tanah karena kegiatan motor trail yang ugal-ugalan.

Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Barat dan Banten Asep Dedi Mulyadi mengatakan hal itu merupakan keputusan antara PT Perhutani Alam Wisata dengan pihaknya. "Sebagai bentuk tanggungjawab kami dalam upaya pemulihan kerusakan fasilitas area lingkungan," kata Asep, Sabtu kemarin.

Menurut dia, tempat wisata itu telah ditutup sejak 8 Maret 2023. Dan bunga rawa edelweiss ditanam kembali untuk memulihkan ekosistem usai kerusakan tersebut.

"Untuk mempercepat upaya pemulihan lingkungan pasca kerusakan, dalam waktu dekat kami akan mengadakan gerakan rehabilitasi dengan melibatkan elemen penggiat lingkungan dan semua pihak terkait lainnya," kata dia.

Sementara itu, Pengelola Wisata Rancaupas Riki Setiadi mengatakan bagi masyarakat yang sudah melakukan reservasi sebelum tanggal penutupan itu, masih bisa mengunjungi Rancaupas.

Namun itu hanya berlaku bagi wisatawan yang mengunjungi fasilitas penginapan seperti Bobocabin, Iglo, dan Camper Van. Sedangkan untuk area perkemahan, menurutnya sudah tidak bisa dikunjungi sementara.

"Kalau waktu sampai kapannya saya belum tahun pasti, nanti kami masih nunggu kabar pimpinan selanjutnya untuk buka lagi," kata Riki.

Ke depannya, pihaknya pun akan memperketat izin terhadap sejumlah kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan di Rancaupas, termasuk kegiatan offroad dan motor trail. "Event trail atau sejenisnya mungkin gak bakalan kami kasih izin. Apalagi panitianya yang gak jelas kaya kemarin," kata dia.

Rekomendasi