Pesan Wali Kota Eri Cahyadi untuk ASN Pemkot Surabaya: Jangan Neko-Neko Sudah Punya Tunjangan..

| 27 May 2023 20:21
Pesan Wali Kota Eri Cahyadi untuk ASN Pemkot Surabaya: Jangan Neko-Neko Sudah Punya Tunjangan..
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya

ERA.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota setempat tidak berbuat aneh-aneh atau melakukan perbuatan yang melanggar hukum, seperti melakukan pungutan liar (pungli).

"Saya berharap jajaran Pemkot Surabaya sudah tidak ada yang neko-neko (aneh-aneh) karena ASN sudah punya tunjangan penghasilan," kata Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Sabtu (27/5/2023).

Wali Kota Eri mengemukakan hal itu setelah Pemerintah Kota Surabaya berhasil mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2022. Capaian tersebut merupakan kesebelas kalinya yang diraih oleh Pemkot Surabaya.

Wali Kota Eri mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Dengan keseriusan Pemkot Surabaya mempertahankan opini WTP, Cak Eri berharap penyaluran seluruh anggaran pemkot dengan tepat sasaran untuk kepentingan seluruh warga Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini.

Meski begitu, Cak Eri mengaku ada beberapa hal yang harus dilakukan evaluasi. Misalnya, terkait dengan tindak lanjut hasil evaluasi tersebut akan diselesaikan pada tahun 2023.

"Ada beberapa yang harus dievaluasi, harus ada perbaikan. Insyaallah, tindak lanjutnya akan kami selesaikan 100 persen pada tahun ini. Hal ini mengingat ada pemeriksaan anggaran dari tahun-tahun sebelumnya, ada yang 10 tahun sebelumnya, 20 tahun sebelumnya, ini yang akan kami selesaikan. Akan tetapi, pada tahun-tahun sekarang ini tidak ada," ujarnya.

Oleh sebab itu, Cak Eri menuturkan bahwa prioritas Pemkot Surabaya saat ini adalah fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, Pemkot Surabaya memiliki kewajiban untuk menurunkan angka kemiskinan, pengangguran terbuka, stunting, hingga kematian ibu dan anak.

"Meskipun kemarin turunnya sudah sangat luar biasa, tetapi belum mencapai titik 1 persen. Kalau sudah 1 persen ke bawah, barulah itu keberhasilan Pemkot Surabaya dengan dukungan dari seluruh warga Surabaya. Ini harus menjadi keberhasilan bersama dengan seluruh warga Surabaya," katanya.

Rekomendasi