Aneh, Pejabat Polisi Usir Wartawan Saat Wawancara Warga di Polda Gorontalo

| 06 Oct 2023 13:52
Aneh, Pejabat Polisi Usir Wartawan Saat Wawancara Warga di Polda Gorontalo
Ilustrasi polisi lalu lintas (ERA.id)

ERA.id - Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Angesta Romano Yoyol memohon maaf kepada seluruh wartawan di Provinsi Gorontalo, karena perilaku bawahannya yang mengintimidasi jurnalis.

Kata Angesta, Kamis kemarin, dirinya merasa bersalah karena kurang mengawasi dan mengarahkan jajarannya. Dia pun akan memanggi pelaku untuk mengevaluasi kinerjanya. "Sekali lagi saya mohon maaf," kata Angesta.

"Apabila ada perlakuan yang tidak pantas atau kurang menyenangkan yang dilakukan jajaran saya, ataupun mau mengoreksi kinerja kami, silakan langsung sampaikan ke saya lewat WA atau datang langsung ke saya," katanya.

Ketua Ikatan Jurnalis Independen (AJI) Wawan Akuba mengatakan, pada Selasa (3/10), sejumlah wartawan meliput di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo.

"Mereka meliput warga dan sejumlah kuasa hukum yang datang ke SPKT Polda Gorontalo, dengan tujuan meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa meninggalnya keluarga mereka secara tidak wajar saat sedang mengikuti kegiatan kemahasiswaan," kata Wawan.

Saat itu, kata dia, para wartawan dilarang mengambil foto dan video oleh perwira Polda tersebut, sehingga mereka keluar dari ruangan dan memilih menunggu di luar gedung.

Beberapa saat kemudian setelah warga dan kuasa hukumnya selesai mengadu, para wartawan langsung mewawancarai mereka tepat di depan gedung berlatar belakang tembok bertulskan SPKT.

Saat wawancara berlangsung, polisi berpangkat Kompol yang belakangan diketahui adalah Kepala SPKT Polda Gorontalo, tiba-tiba melarang para wartawan dengan nada arogan. Parahnya lagi, si perwira mengusir dan menyuruh wartawan menghapus rekaman foto atau video yang baru saja direkam.

Atas perlakuan itu, para wartawan dengan terpaksa mengindahkan larangan tersebut dan memilih meminta maaf sebelum keluar dari lingkungan Mapolda Gorontalo, serta menyampaikan kejadian ini kepada rekan-rekannya hingga ke pimpinan redaksi masing-masing.

Atas perlakuan itu, pada Rabu (4/10) puluhan wartawan datang ke Mapolda Gorontalo bermaksud mengonfirmasi kejadian yang sebenarnya dan ingin memusyawarahkan permasalahan ini.

Namun pada saat bertemu dengan oknum perwira tersebut, para wartawan malah diajak berdebat dan dianggap telah melanggar aturan. "Atas perlakuan itu, kemarin kami langsung meninggalkan oknum perwira tersebut dan keluar dari Mapolda," katanya.

Menyikapi tindakan yang tidak pantas tersebut, ratusan wartawan di Provinsi Gorontalo berdemo pada Kamis siang (5/10) di depan Mapolda, dengan tuntutan meminta Kapolda mencopot oknum perwira tersebut.

"Setelah beberapa saat menyampaikan orasi di depan Mapolda, kami diperkenankan masuk menemui Kapolda untuk menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah serta tuntutan kami," imbuhnya.

Rekomendasi