Usai Antar Anak Sekolah, Warga Tangerang Diduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Ngawi Jawa Timur

| 16 Dec 2023 22:46
Usai Antar Anak Sekolah, Warga Tangerang Diduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Ngawi Jawa Timur
Densus 88 saat melakukan penangkapan terduga teroris (Dok Puan Ramadhan/Era)

ERA.id - Densus 88 menangkap seorang pria yang diduga teroris di Desa Semen, Paron, Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (16/12/2023).

Diketahui informasi yang dihimpun ERA.id, pria diduga teroris itu berisinial SU (51) warga Tengerang ditangkap usai mengantarkan anaknya sekolah saat hendak pulang kerumah.

Kemudian petugas Densus 88 langsung mendatangi rumah SU yang dihuni bergegas menuju rumah SU yang dihuni oleh istrinya IAM (47) dan tiga anaknya untuk dilakukan penggeledahan.

Lalu selama 2 jam penggeledahan, sejumlah petugas menyita, laptop dan handphone milik SU sebagai barang bukti.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Semen Suyanto yang membenarkan adanya penangkapan terduga teroris SU di desanya.

“SU di sini tinggal di rumah orang tua istrinya. Hanya tinggal sementara, menunggu istrinya melahirkan dan akan segera kembali ke Tangerang,” ujar Suyanto, kepada awak media.

Suyanto bilang bahwa SU belum pernah lapor ke pihak RT maupun pihak Desa untuk tinggal di kawasan tersebut. Bahkan dirinya belum mengetahui sama sekali, ciri-ciri SU yang diduga berafiliasi dengan terorisme.

"Belum ada laporan yang masuk. Cuma dari Ketua RT menyampaikan SU ke Ngawi hanya untuk menunggu istrinya melahirkan, setelah itu berniat kembali ke Tangerang," ungkapnya.

Meski begitu, Suyanto mengaku dirinya juga tidak mengetahui pasti soal jaringan yang diikuti pleh SU. Hanya saja, dia dimintai keterangan oleh petugas.  

“Kalau soal jaringan apa, dan perannya saya tidak tahu, yang menangkap langsung Densus 88, tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Cuma tadi diberi tahu dan dimintai keterangan selaku kepala desa disini,” jelasnya.

Sementara itu, Istri SU yang diduga teroris itu yakni IAM tidak mengetahui keterlibatan suaminya dalam terorisme. Dirinya hanya menjelaskan, suaminya sehari hari bekerja sebagai petani jagung selama berada

“Saya tidak tahu apa-apa, suami saya mengantar anak sekolah dan tidak pulang hingga siang,” pungkas IAM.

Rekomendasi