Pemprov Sulsel Akomodir Paskibraka Cathlyn Usai Isu Diskriminasi Memanas

| 03 Jun 2026 19:33
Pemprov Sulsel Akomodir Paskibraka Cathlyn Usai Isu Diskriminasi Memanas
ILUSTRASI Paskibraka di Istana Negara. (Dok. Kemenpora)

ERA.id - Kasus dugaan diskriminasi Cathlyn Yvaine Lesmana, calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, disetop.

Keluarga Cathlyn pasrah dengan keputusan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang tidak meloloskan Cathlyn menjadi anggota Paskibraka di Istana Merdeka pada upacara bendera HUT Kemerdekaan RI tahun ini.

"Mewakili dari orang tuanya. Sudah disampaikan dari RDP (rapat dengar pendapat) bahwasanya, kami dari kantor hukum atau pun orang tua dari Cathlyn sudah menerima semua hasil keputusan dari BPIP Pusat," kata penasihat hukumnya, Sunarto Eko Tomo di Makassar, Rabu (3/6/2026).

Walau DPRD Sulsel masih mengkaji kekisruhan itu, Pemerintah Provinsi tetap mengakomodir Cathlyn.

"Kami tidak mempermasalahkan. Cathlyn dan Mevi (rekannya) pun sudah terpilih juga menjadi Paskibraka di Rujab Gubernur Sulawesi Selatan untuk pengibaran nanti di 17 Agustus 2026. Itu saja," paparnya. 

Soal isu diskriminasi Cathlyn yang tidak diloloskan karena berasal dari etnis Tionghoa, Sunarto menyebut itu cuma provokasi. "Itu tidak benar," tuturnya menambahkan.

Sementara, Ketua Generasi Muda Indonesia Tionghoa (Gema Inti) Makassar Irvan menyatakan, pihaknya sejak awal mengawal proses seleksi hingga viral di media sosial.

"Kami mengamati dan menemani adik-adik dengan orang tuanya supaya jangan syok. Kita melihat kekecewaan pasti ada," katanya.

Soal isu etnis, ia enggan merespons. Pihaknya cuma mau transparansi dalam seleksi.

"Kami tidak masuk dalam ranah soal etnisitas atau apa segala macam. Kami hanya inginkan adanya keterbukaan, karena dalam Undang-undang dasar sudah dijamin. Soal diskriminasi nggak boleh ada. Jadi, kami percaya bahwa awalnya itu mestinya jalan, tapi semua ada hikmahnya," tutur dia.

Sementara Perhimpunan Tionghoa Sulsel yang melihat isu ini dengan cepat memberi beasiswa keluar negeri untuk Cathlyn.

"Untuk menetralisir keadaan, karena keputusan mungkin bisa saja terjadi," kata Ketua Perhimpunan Tionghoa Sulsel, Yongris Lao.

Rekomendasi