Mudik Dilarang, Jasa Marga Prediksi Masih ada Puncak Arus Mudik pada 2 Mei

| 30 Apr 2021 19:08
Mudik Dilarang, Jasa Marga Prediksi Masih ada Puncak Arus Mudik pada 2 Mei
Tol Solo (Dok. Jasa Marga)

ERA.id - PT Jasa Marga Solo-Ngawi (JSN) memprediksi puncak arus mudik lebaran terjadi pada tanggal 2 Mei. Pasalnya para pemudik mengejar waktu sebelum adanya larangan dari pemerintah.

Sebagai informasi pemerintah memberlakukan larangan mudik mulai H-7 hingga H+3 lebaran, yakni 6-17 Mei 2021. ”Kami prediksi puncak arus mudiknya 2 Mei atau hari Minggu,” kata General Manager Teknik dan Operasi PT JSN Saktia Lesan Dianasari, Jumat (30/4/2021).

Ia memprediksi jika pada 1-5 Mei mendatang akan terjadi kenaikan arus lalu lintas. Sebab saat itu pembatasan mudik oleh pemerintah belum dilaksanakan.

Namun pada puncak arus mudik kali ini jumlah kendaraan akan lebih sedikit dibandingkan dua tahun lalu. Namun selama masa pandemic Covid-19, pergerakan manusia memang lebih rendah dan dibatasi oleh pemerintah.

”Kalau tahun 2019 lalu jumlah kendaraan yang melintas sangat tinggi, yakni pada angka 38 ribu kendaraan perhari. Saat itu euphoria masyarakat juga tinggi karena tol Trans Jawa semua tersambung dari Jakarta hingag Surabaya,” ujarnya.

Namun saat ini rerata kendaraan yang melintas hanya di kisaran 22 ribu hingga 24 ribu dalam sehari.

”Jumlah ini pun karena sudah mendekati lebaran. Biasanya hanya di angka 12 ribu kendaraan dalam sehari,” katanya.

Sementara itu terkait pelarangan mudik ini khusus di ruas tol Solo-Ngawi, pengelola bersama kepolisian menyiapkan dua titik penyekatan. Dua lokasi yang dimaksud berada di Gerbang Tol Sragen KM 528 dan Gerbang Tol Ngawi KM 579.

”Tol Solo-Ngawi ini ada di dua wilayah provinsi, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebenarnya kami mengusulkan hanya di satu titik saja,  tetapi sepertinya masih dalam kajian dari Polda,” jelasnya.

Rekomendasi