Pedas, Ferdinand Sindir Bupati Aceh Besar karena Tegur Perempuan Tak Berjilbab

Tim Editor

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, sewaktu rapat dengan petugas Kemenkes yang tak berjilbab.

ERA.id - Eks politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyindir Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali dengan kalimat yang pedas.

Ferdinand merasa geram karena Mawardi menegur utusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tak berhijab di Gedung Dekranasda di Desa Gani, Aceh Besar, Rabu (16/6/2021) kemarin.

Ia pun membandingkan seorang temannya yang berasal dari Aceh, dengan Mawardi. Kata Ferdinand, temannya itu berpikiran maju dan toleran.

"Saya punya banyak teman orang Aceh. Mereka sangat toleran dan berpikiran maju. Saya bangga dengan sahabat2 Aceh saya bahkan ingin seperti mereka yang sukses dgn pemikiran2nya yang maju dan moderat," tulis Ferdinand lewat akun Twitternya.

"Tidak sprt Bupati ini, lama2 bulu ketek orang pun diurus sama dia," tukasnya.

Untuk diketahui, momen Mawardi menegur perempuan tak berjilbab berlangsung dalam rapat, sewaktu ia duduk di samping utusan Kemenkes.

"Mohon maaf, Ibu, kita di Aceh dan Aceh Besar, khususnya bagi wanita di tempat umum harus menggunakan hijab," kata Mawardi Ali dalam keterangan Pemkab Aceh Besar, Kamis (17/6/2021).

Dalam pertemuan itu, Mawardi lalu meminta utusan Kemenkes menggunakan hijab selama bertugas di Aceh Besar.

Utusan Kemenkes itu datang ke Aceh Besar dalam rangka tugas asesmen kesehatan masyarakat terkait eliminasi penyakit malaria selama 3 hari.

Usai ditegur Mawardi, utusan Kemenkes itu meminta maaf. Dia mengaku tidak mengetahui aturan berjilbab yang berlaku di Aceh.

Tag: aceh lepas hijab Ferdinand Hutahaean bupati aceh besar

Bagikan: