Pemkot Solo dan Yogya Kerja Sama Wisata, ASITA : Harus Seimbang, Jangan Sampai Solo Jadi yang Kedua

Tim Editor

Ketua ASITA Solo Pri Siswanto (Amalia Putri/Era.id)

ERA.id - Pemerintah Kota Solo menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Terkait kerjasama ini,  Asosiasi Perjalanan Pariwisata Indonesia atau yang dikenal dengan ASITA mewanti-wanti akan kerjasama ini.

Pasalnya akan ada dampak positif dan negatifnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua ASITA Solo Pri Siswanto saat ditemui Rabu (19/1/2022).

"Sebenarnya kerjasama ini sudah dijalin sejak lama. Apalagi Solo dan Jogja memiliki Borobudur yang bisa dijual bersama-sama," katanya saat ditemui di Solo Paragon Mall dalam event Hotel Expo 2020.

Untuk itu pelaku pariwisata di kota Solo harusnya bisa lebih cermat untuk memberikan daya tarik bagi wisatawan. Pasalnya jika tidak cermat, maka wisatawan yang datang ke Solo hanya akan lewat saja.


"Bisa saja mereka hanya lewat saja dan pergi ke Jogja. Apalagi pemerintah sedang merampungkan pembangunan jalan tol Solo-Jogja," ucapnya.

Untuk itu upaya yang dilakukan yakni harus membuat atraksi wisata yang baik sehingga wisatawan bertahan lebih lama di Solo. "Misalnya lebih meningkatkan atraksi wisata malam, atau membuat kemasan wisata yang benar-benar bisa menarik wisatawan," katanya.

Di sisi lain Pri optimis dengan kerjasama wisata antara Pemkot Solo dan Pemkot Yogyakarta. Pasalnya keduanya bisa menjadi satu kesatuan yang baik untuk menggaet wisatawan. "Harus seimbang, jangan sampai Solo hanya jadi nomor dua," katanya.

Sebagai informasi Pemkot Solo telah menjajaki kerjasama dengam Pemkot Yogyakarta dalam bidang wisata. Kerjasama ini bahkan diseriusi oleh kedua wali kota yang saling berkunjung satu sama lain beberapa waktu lalu.

Bahkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah membuat promosi wisata dengan memasang baliho di Yogyakarta.

"Ya kita memang kerjasama untuk wisata. Kami juga berencana membranding KRL," ucap Gibran beberapa waktu lalu.

Tag: wisata solo wisata yogya

Bagikan: