Solo Jadi Percontohan Nasional Kota Tanpa Kumuh, Menko PMK: Negara Bertanggung Jawab

| 25 Jan 2022 19:42
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

ERA.id - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkomitmen menyelesaikan permasalahan kemiskinan ekstrim di tiap daerah. Salah satunya dengan menangani wilayah kantong kumuh yang ada di kota Solo dengan membangun rumah layak huni.

”Bagaimanapun negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan umum yang layak,” kata Muhadjir dalam peletakan batu pertama program pembangunan rumah layak huni di kawasan Semanggi Selatan, Solo, Selasa (25/1/2022).

Untuk itu pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta terkait hal ini. Salah satunya bekerjasama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk penyediaan rumah layak huni di kota Solo.

Apalagi selama ini penanganan wilayah kantong kumuh perkotaan tidak bisa lepas dari kemiskinan ekstrem perkotaan. Perlu ada penanganan secara holistik, di mana posisi SMF dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi strategis.

”Karena faktor lingkungan jadi sumber utama kemiskinan ekstrem,” katanya.

Untuk penanganan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem ini dilakukan dengan berbagai macam sektor. Sektor-sektor ini dikumpulkan dan diintegrasikan sehingga mempunyai daya selesai yang jitu.

”Salah satunya pemukiman kumuh ini karena menjadi tempat konsentrasi kemiskinan yang ekstrem,” katanya.

Untuk itu tahun ini pemerintah akan memberikan pendampingan penanganan kemiskinan ekstrem ini di beberapa kota. Selain di Solo, akan ada enam kota lainnya di Indonesia yang akan mendapat program serupa.

”Namun ini tergantung dari niat masing-masing kota. Kalau tidak punya minat maka tidak akan bisa melakukan dengan baik,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan program ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi kawasan kumuh di kota Solo. Ada program coorporate social responsibility (CSR) yang diberikan oleh PT SMF dan Shopee dan difokuskan di kawasan Semanggi dan Mojo.

”Dari PT SMF membangun 47 rumah dan dari Shopee ada 137 rumah. harapannya kawasan kumuh ini bisa berkurang otomatis. Dan permasalahan lainnya seperti stunting bisa berkurang,” katanya.

Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan program serupa sudah dilakukan di Yogyakarta, Semarang, Pekalongan, Bukittinggi, Banjarmasin dan Manado. Pihaknya berkomitmen membantu pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni.

”Kami berupaya untuk bersinergi dengan pemerintah terkait pengadaan rumah layak huni semacam ini,” katanya.





Rekomendasi