Perputaran Uang Capai Rp1,2 T di Sektor Wisata Saat Lebaran, Pemkab Sleman: Tidak Ada yang Nuthuk

| 09 May 2022 12:02
Wisata jip di kawasan Kaliurang Sleman (Dok Dispar Sleman)

ERA.id - Selama periode 29 April–8 Mei 2022, perputaran uang dari sektor wisata di Kabupaten Sleman DIY mencapai lebih dari Rp1 triliun. Jumlah uang yang dibelanjakan pemudik dan wisatawan tersebut mencapai Rp1,220 triliun.

Dari jumlah itu, nyaris separuhnya, 48,79%, disumbang sektor kuliner yakni hingga Rp595,7 miliar. Capaian itu diikuti sektor transportasi, termasuk parkir dan belanja oleh-oleh, yakni Rp211,8 miliar (17,35%), dan akomodasi Rp95,8 miliar (86,68%).

"Alhamdulillah tidak ada kejadian luar biasa, seperti pungli, nuthuk, kecelakaan jip dan lainnya yang menjadi berita besar yang mempengaruhi imej pariwisata di Kabupaten Sleman pada musim libur Lebaran kali ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono, Minggu (9/5).

Nuthuk yang dimaksud adalah mematok tarif wisata secara berlebih atau kelewat mahal di atas standar.

Jumlah perputaran uang di sektor pariwisata itu didukung data keterisian kamar (occupancy rate) hotel, baik berbintang maupun tidak berbintang di Sleman, yakni hingga 90 persen. Lama tinggal wisatawan (length of stay) pun mengalami peningkatan menjadi rata-rata 1,70 hari.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menjelaskan jumlah kunjungan di destinasi wisata di Sleman pada periode 29 April - 8 Mei 2022 tercatat 1.058.889 kunjungan.

Destinasi wisata kuliner menjadi favorit kunjungan di Kabupaten Sleman, dengan jumlah kunjungan sebesar 470.592 kunjungan (44,44%). Selanjutnya, diikuti dengan destinasi wisata alam 276.617 kunjungan (26,12%), destinasi wisata buatan manusia 169.052 kunjungan (15,96%), dan destinasi wisata budaya 142.628 kunjungan (13,47%).

"Destinasi wisata kuliner menjadi favorit wisatawan dan pemudik karena sebagian besar pemudik memiliki kenangan yang bisa dibagi dengan keluarganya terkait kuliner yang dinikmatinya selama berkuliah/tinggal di Kabupaten Sleman," ujarnya.

Destinasi wisata kuliner itu seperti wisata kuliner tradisional, seperti gudeg di seputaran kawasan Mbarek, nasi pecel SGPC UGM, ayam Kalasan, dan jadah bacem. Selain itu, terdapat pula destinasi kuliner kekinian, yang menawarkan bukan hanya kuliner, tetapi juga tempat selfie seperti Kopi Merapi, Kopi Klotok, Raminten, West Lake, Abhayagiri, Mang Engking, dan beberapa resto dan kafé.

Wisata jip di lereng Merapi juga masih menjadi primadona wisatawan ketika berkunjung ke Sleman. Tercatat tidak kurang dari 85.052 wisatawan (30,76%) menggunakan jip untuk menikmati keindahan di kawasan Kaliurang dan Kaliadem.

Kawasan Kaliadem, dengan berbagai destinasi, seperti Bunker Kaliadem, Petilasan Mbah Maridjan, Batu Alien, The Lost World, Museum Sisa Hartaku, dan Kali Kuning Park (termasuk Plunyon) menyedot 24,82% wisatawan.

Candi Prambanan dan Kraton Ratu Boko masih menjadi magnet utama penarik wisatawan hingga 7 ribu- 20 ribu kunjungan.

"Kunjungan di kedua candi terserbut mengambil porsi sampai dengan 50% dari kunjungan wisatawan di destinasi budaya di Kabupaten Sleman," kata Kus Endarto.

Rekomendasi