Kawasan Mangrove Kembali Difungsikan di Sulsel, Sebanyak 20.000 Bibit Ditanam

| 17 Jul 2022 16:32
Kawasan Mangrove Kembali Difungsikan di Sulsel, Sebanyak 20.000 Bibit Ditanam
Warga menanam bibit mangrove (Gilang R/ ERA)

ERA.id - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Pangkep melaksanakan penyerahan bibit mangrove secara simbolis kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep.

Sebanyak 10.000 batang bibit mangrove pun ditanam. Hal ini memang menjadi program andalan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam kembali melestarikan mangrove.

Kepala DKP Sulsel, Muhammad Ilyas mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mengembalikan kawasan fungsi mangrove atau hutan bakau yang hilang.

Mengembalikan hutan bakau ini tentu saja memiliki keutamaan, yakni sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya. Demikian juga, penanaman mangrove untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak.

"Penanaman mangrove memang menjadi salah satu program Pak Gubernur untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak. Saya sampaikan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di pesisir," kata Ilyas.

"Di Pangkep salah satu program yang ada mengembalikan mangrove yang hilang, dengan dikembalikan fungsi dan peran utamanya sebagai nursery ground atau tempat perkembang-biakan ikan-ikan kecil, serta penahan ombak," tambahnya.

Selain itu, lanjut Ilyas, mangrove juga dapat mengurangi pencemaran laut dengan berperan sebagai biofilter mereduksi logam berat dan nutrient berlebih dari darat yang masuk ke laut.

Fungsi lainnya peningkatan oksigen karena karbon bisa berkurang dengan adanya mangrove. "Artinya bisa merilis oksigen untuk seluruh masyarakat dunia. Ini program global menata bumi menjadi hijau," ucapnya.

Ke depannya juga dengan menanam mangrove menjadi potensi untuk pengolahan sumber makanan olahan, di antaranya potensi buah mangrove sebagai alternatif sumber pangan. Untuk industri, mangrove dapat didorong menjadi pewarna alam dalam pembuatan baju.

Ia sekaligus menyatakan rasa salutnya kepada pemerintah setempat, di mana lurah di Labbangkan berencana untuk mengembangkan kawasan mangrove menjadi pariwisata.

"Kami salut, Pak Lurah yang ingin mengembangkan mangrove ini, termasuk untuk kepariwisataan," bebernya.

Rekomendasi