Ganjar Targetkan Vaksinasi Booster Rampung 3 Bulan: Yang Kehabisan Segera Minta, Jangan Menunggu

| 18 Jul 2022 18:46
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek vaksinasi booster di SMKN 2 Purwokerto, Senin (18/7). (Dok. Pemprov Jateng)

ERA.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah menggenjot vaksinasi booster. Ia meminta, dalam waktu tiga bulan, vaksinasi booster bisa dilakukan serentak.

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau vaksinasi booster di SMKN 2 Purwokerto, Senin (18/7). Meski tidak mudah, ia meminta semua pihak memiliki kesadaran untuk menyelesaikan vaksinasi tahap ketiga itu.

"Sekarang kita gencarkan vaksinasi booster ini. Sekolah menjadi salah satu sasaran. Meski ini agak tidak mudah, namun saya mau tiga bulan ke depan semua bisa diserbu," katanya.

Menurut Ganjat, stok vaksin booster di Jateng dalam kondisi aman. Ia meminta daerah yang kehabisan vaksin segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi.

"Tugas saya menyediakan. Yang kehabisan segera minta. Umpama Jepara kemarin bilang sudah kehabisan, ya cepat telepon dan minta. Nanti kita kasih. Jangan hanya menunggu, tidak boleh lagi menunggu. Dinasnya harus proaktif dan teman-teman kades bisa membantu," tegasnya.

Untuk vaksin booster di Jateng, sampai saat ini capaiannya baru sekitar 20,01 persen. Untuk total populasi, baru 24,67 persen yang sudah tervaksin.

"Banyumas ini sudah bagus, sudah di atas 26 persen. Tapi kita tetap minta genjot terus," ucapnya.

Tak hanya siswa sekolah yang jadi sasaran, Ganjar juga meminta vaksinasi booster untuk masyarakat umum digencarkan. Pasalnya, dari informasi siswa sekolah di SMKN 2 Purwokerto, ada orang tua mereka yang belum divaksin booster.

"Obrolan saya dengan siswa tadi, orangtuanya ada yang belum di-booster, kakeknya ada yang belum. Maka sebenarnya dari siswa, satu sekolah kita jadikan pusat. Di sekitarnya bisa masuk ke sini terus kita percepat," kata dia.

"Kita titip nanti untuk para guru semuanya untuk membantu. Nah kita bisa tanya, orangtuamu sudah apa belum, kakek-nenekmu sudah apa belum, tetanggamu sudah apa belum. Artinya secara umum kita akan bisa tahu kondisinya," lanjutnya.

Kalau di sekolah bisa dilakukan akselerasi vaksinasi, maka bukan tidak mungkin masyarakat juga bisa diajak. Harus ada sosialisasi agar vaksinasi booster bisa dilakukan lebih cepat.

"Harapan kita masyarakat sadar, masyarakat mau, tidak usah disuruh-suruh. Ini sudah tahun ketiga sehingga kesadaran yang dibangun itu akan membantu aktivitas mereka," kata dia.

Ganjar pun mengingatkan pemerintah telah menetapkan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan. "Kan sudah ada syarat sekarang, masuk mal, perjalanan, naik kereta api, semua sudah ada. Yuk kita bangun kesadaran untuk mau di-boosting gitu ya sehingga dirinya aman. Mereka mau pakai masker, insyaallah perjalanan aman, aktivitas juga aman," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Firly Firmansyah mengatakan senang ada vaksinasi booster di sekolahnya. Sebab, dengan cara itu dirinya bisa terlindung dari Covid-19.

"Yang paling penting itu, bisa sehat dan aman. Selain itu, sekarang kan aturannya mau ke mana-mana harus sudah booster, jadi lebih nyaman kalau sudah divaksin," katanya.

Ia membenarkan masih banyak teman-temannya dan orang tua di lingkungannya yang belum vaksin booster. Ia berharap agar vaksinasi booster dipercepat dan masyarakat terus diedukasi.

"Harapannya vaksinasi booster dipercepat lagi, supaya merata dan semua masyarakat terlindungi," ucapnya.

 

Rekomendasi