Refleks Patologis: Pengertian dan Jenis-jenisnya

| 24 Sep 2022 09:04
Ilustrasi Pemeriksaan Fisik Neurologi (Youtube.com)

ERA.id - Refleks merupakan reaksi atau jawaban terhadap suatu perangsangan. Semua gerak reflektorik adalah gerakan yang muncul sebagai bentuk penyesuaian diri, baik untuk membela diri maupun ketangkasan gerakan volunteer. Gerak refleks pada manusia secara otomatis terjadi atau tanpa disadari timbul karena suatu rangsangan yang datang.

Ilustrasi Pemeriksaan Refleks Fisiologis. (Youtube.com)

Refleks pada manusia sendiri dikelompokkan menjadi tiga, antara lain refleks fisiologis, patologis, dan primitif. Untuk mengevaluasi fungsi sensorimotor pada tubuh, pemeriksaan refleks fisiologis harus rutin dilakukan. Adapun hasil yang diberikan dapat berupa hasil normal, menurun (hiporefleks), meningkat (hiperefleks), atau tidak ada refleks sama sekali.

Jenis-jenis refleks patologis yang kerap diperiksa

Refleks patologis merupakan refleks-refleks yang tidak bisa ditemukan pada orang yang sehat, kecuali bayi dan anak kecil. Refleks-refleks patologik yang kerap diperiksa antara lain babinski, hoffman, dan tromner.

Pemeriksaan refleks patologis dapat diterapkan dengan bermacam-macam teknik, disesuaikan dengan jenis refleks patologis yang hendak diperiksa. Teknik pemeriksaan ini pada umumnya diterapkan pada ekstremitas atas dan bawah. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis refleks patologis.

Refleks hoffmann

  • Anda bisa meminta klien berbaring telentang atau duduk dengan rileks.
  • Pegang tangan klien pada pergelangan dan jari-jarinya, mintalah klien untuk melakukan fleksi atau mengentengkan/rileks.
  • Selanjutnya, jepit jari tengah klien diantara telunjuk dan jari tengah kita.
  • Gores dengan kuat ujung jari tengah klien dengan ibu jari kita.

Refleks babinski (plantar)

  • Pilih dan gunakan benda yang mempunyai ketajaman sedang, contohnya ujung hammer atau kunci.
  • Selanjutnya, ujung benda tadi Anda goreskan pada telapak kaki klien bagian lateral, diawali dari ujung telapak kaki belakang naik ke atas dan berbelok hingga ibu jari.

Refleks tromner

  • Mintalah klien Anda untuk berbaring terlentang atau duduk dengan rileks.
  • Peganglah tangan klien pada pergelangan dan mintalah untuk melakukan fleksi pada jari-jarinya.
  • Jepit jari tangan penderita di antara telunjuk dan jari tengah (ibu jari) Anda
  • Colek ujung jari klien dengan jari tengah Anda. Lakukan berulang-ulang.

Refleks Patologis Pertanda Regresi

Secara fisiologis, refleks patologis pertanda regresi merupakan refleks yang dapat terjadi pada bayi dan menghilang saat beranjak usia anak-anak, tetapi pertanda patologis dapat ditemukan pada orang dewasa. Refleks ini bisa ditemukan kembali terutama pada kondisi kemunduran fungsi sistem saraf pusat, contohnya penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, atau schizophrenia.

Refleks patologis ini juga tergolong refleks primitif yang muncul karena kerusakan pada jaras lobus frontalis serebral. Sementara itu, refleks-refleks proses regresi ditandai oleh beberapa hal:

  • Refleks memegang

Pemeriksa menekan atau menempatkan jari pada telapak tangan pasien. Respons dari refleks ini adalah mengepalnya tangan pasien.

  • Refleks menetek

Stimulus diberikan dengan sentuhan pada bibir. Respons refleks ini yaitu gerakan bibir, lidah, dan rahang bawah yang terlihat seolah-olah sedang menetek.

  • Snout Reflex

Pemeriksa melakukan gerak perkusi pada bibir atas. Respons refleks ini yaitu bibir atas dan bawah yang menjungur atau kontraksi otot-otot di sekitar bibir maupun di bawah hidung.

  • Refleks palmomental

Dengan menggunakan ujung gagang palu, pemeriksa melakukan goresan refleks terhadap kulit telapak tangan bagian tenar. Respons dari refleks ini yaitu kontraksi m. mentalis dan orbikularis oris ipsilateral.

  • Refleks leher tonik

Pemeriksa memutar kepala pasien ke samping. Respons dari refleks ini yaitu lengan dan tungkai searah kepala berpaling akan mengalami hipertonik dan ekstensi, sedangkan arah yang berlawanan akan mengalami hipertonik dan fleksi.

Demikianlah penjelasan mengenai refleks patologis beserta jenis-jenis dan cara memeriksanya. Semoga artikel ini menambah wawasan dan manfaat untuk Anda.

Baca artikel-artikel dan informasi menarik lainnya, pantau terus kabar terbaru dari ERA, Media Terpercaya dan Pilihan Anda.

Rekomendasi