Efek Samping Lilin Aroma Terapi yang Patut Diwaspadai

| 21 Oct 2023 22:05
Efek Samping Lilin Aroma Terapi yang Patut Diwaspadai
Ilustrasi lilin aromaterapi (Pixabay)

ERA.id - Penggunaan aromaterapi sudah banyak diakui manfaatnya, terutama bagi yang hendak meredakan stres bahkan memperbaiki suasana hati. Namun, terlepas dari manfaatnya bagi tubuh, penggunaan aromaterapi ternyata memberikan efek buruk yang berisiko merugikan kesehatan Anda jika dimanfaatkan secara tidak benar. Lantas apa saja efek samping lilin aroma terapi?

Aromaterapi belum tentu aman

Banyak studi yang memberikan dukungan terhadap manfaat essential oil atau minyak esensial dan menyimpulkan bahwa minyak tersebut menimbulkan efek positif seperti mengurangi rasa sakit, kecemasan, peningkatan memori, dan sebagainya.

Namun, menurut Brent A. Bauer, MD, internal medicine doctor dan direktur Mayo Clinic Complementary and Integrative Medicine Program menjelaskan, jika digunakan dengan tidak tepat, ada konsekuensi yang cukup berisiko dari minyak esensial. Sebab, sesehat apapun sebuah zat, selain efek yang memberi keuntungan, tentu ada efek negatif yang dapat ditimbulkan.

Efek samping lilin aromaterapi yang mungkin terjadi

Di bawah ini adalah beberapa efek samping aromaterapi yang harus Anda waspadai:

Keracunan pada anak-anak jika tertelan

Ada banyak minyak esensial yang semestinya tidak pernah digunakan dalam aromaterapi, sebab berpotensi mengandung racun. Pasalnya, beberapa minyak esensial sangat pekat dan mempunyai berbagai tingkat toksisitas jika tidak dimanfaatkan dengan benar.

Bahkan, beberapa minyak tumbuhan aromatik, termasuk minyak esensial dapat menjadi racun jika ditelan.

Berdasarkan data yang ada, sudah banyak kasus anak-anak yang keracunan karena menelan minyak esensial. Oleh sebab itu, bagi orangtua yang memakai minyak aromaterapi, disarankan untuk menyimpak minyak-minyakan tersebut dengan baik dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Ilustrasi anak-anak keracunan lilin aromaterapi (Pixabay)

Iritasi kulit

Salah satu efek samping aromaterapi yang paling umum yaitu iritasi kulit atau reaksi alergi. Hal ini akan menimbulkan munculnya ruam, gatal dan sensasi panas.

Namun iritasi kulit ini tentunya bervariasi, tergantung seberapa sensitif kulit seseorang. Oleh karena itu, sebelum menggunakan minyak tersebut lebih banyak di kulit Anda, hendaknya lakukan tes terlebih dahulu.

Anda dapat oleskan sedikit minyak aromaterapi di kulit untuk menunggu reaksi yang ditimbulkan. Jika setelah dioleskan muncul kemerahan, gatal, dan rasa panas di kulit, sebaiknya Anda tidak menggunakan aromaterapi oles.

Membuat kulit lebih mudah terbakar matahari

Beberapa minyak esensial yang dimanfaatkan dalam aromaterapi meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan matahari secara langsung dan dalam waktu yang lama.

Anda disarankan untuk tidak menggunakan minyak aromaterapi seperti akar angelica, jinten, lemon bergamot, ataupun jeruk pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Pasalnya, kulit Anda akan lebih rentan terbakar sinar matahari.

Selain itu, beberapa zat yang terkandung dalam minyak esensial mungkin akan lebih berisiko bagi wanita hamil. Jika Anda hamil dan hendak menggunakan aromaterapi, disarankan untuk konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menghindari efek sampingnya.

Asma

Kandungan Volatile Organic Compound (VOC), bahan organik yang mudah menguap dalam bentuk cairan yang terkandung dalam aromaterapi, akan memberikan dampak terhadap peningkatkan risiko inflamasi di tubuh, mengganggu fungsi sistem saraf, dan dapat menimbulkan reaksi alergi saluran pernafasan.

Oleh sebab itulah, Anda yang mengidap penyakit asma dan juga rentan terhadap perdarahan hidung atau disebut dengan mimisan, harus berhati-hati dalam menggunakannya.

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Uap minyak esensial aromaterapi memang dapat meredakan stres, namun menurut studi yang dipublikasikan oleh The European Journal of Preventive Cardiology, hal ini bisa membahayakan kesehatan Anda.

Studi yang melibatkan 100 pekerja spa di Taipei ini, meminta partisipan menghirup aromaterapi sambil memonitor tekanan darah dan detak jantung mereka.

Hasilnya, ditemukan peningkatan tekanan darah serta detak jantung pada partisipan setelah peserta menghirup aromaterapi selama 2 jam. Dari sini dapat disimpulkan, bahwa terlalu lama menghirup aromaterapi berpotensi meningkatkan risiko rusaknya jantung Anda secara perlahan.

Demikianlah penjelasan tentang efek samping lilin aroma terapi yang harus diwaspadai. Semoga informasi ini bermanfaat.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…

Rekomendasi