Bau Jengkol, Pete, dan Merokok Bisa Bikin GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Buatan UGM Tak Akurat

Tim Editor

GeNose (Dok. UGM)

ERA.id - Alat deteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada, GeNose, bekerja dengan mendeteksi senyawa tertentu dari hembusan napas. Karenanya, makan jengkol sebelum tes bisa mengacaukan hasil pemeriksaan.⁣

Ketua tim pengembang GeNose, ⁣Kuwat Triyana, menyampaikan dalam diskusi online baru-baru ini. Menurutnya, akan ada kemungkinan bau jengkol hingga merokok membuat pemeriksaan tidak akurat.⁣

⁣"Satu jam atau terpaksanya itu 30 menit sebelum dites itu jangan makan makanan yang aromanya itu keras. Seperti misalnya jengkol, pete, durian, kopi, ngerokok. Orang-orang yang melanggar aturan itu, enggak jujur, biasanya ketemunya positif. Bukan negatif, positif. Ini menarik menurut saya, biar orang enggak main-main," kata Prof Kuwat.⁣

Sementara itu, izin edar GeNose diperoleh pada 24 Desember 2020. Keberadaan alat itu penting untuk menjawab kebutuhan skrining COVID-19 dalam waktu cepat.

"Alat ini bisa dianggap sebagai alat yang akurat, cepat, aman dan terjangkau dengan teknologi dan desain lokal serta yang masih impor adalah komponen elektroniknya," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam konferensi pers virtual Perkembangan GeNose dan Rapid Test Antigen CePAD, Jakarta, Senin (28/12).

⁣Tidak seperti tes pada umumnya yang mendeteksi antibodi dalam darah atau material virus dalam sampel lendir pernapasan, alat ini mendeteksi volatile organic compound (VOC) dalam napas pasien dengan sensor tertentu.⁣

⁣GeNose merupakan alat yang cukup praktis dan nyaman digunakan ini berfungsi untuk screening. Meski telah mendapat izin edar dari kemenkes, GeNose juga masih akan menjalani uji validasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 

Tag: ugm genose

Bagikan: