Hidup Makin Berat, Pandemi Covid-19 Picu Jumlah Masalah Kesehatan Mental Naik Drastis

Ilustrasi (Unsplash/@tjump)

ERA.id - Pandemi COVID-19 nyatanya tak hanya menyerang tubuh secara fisik, namun juga menyerang psikis atau mental setiap orang. Beberapa bulan setelah pandemi memasuki Indonesia, semakin banyak jumlah orang yang berkonsultasi terkait masalah kesehatan mental. Hal ini diungkapkan langsung oleh Chief Marketing Officer Halodoc, Dionisius Nathaniel. 

Ia mengungkapkan bahwa mulai bulan Mei 2020, mulai banyak orang yang menggunakan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi kepada psikiater ataupun psikolog. Menurutnya sebagian besar orang konsultasi dikarenakan kehidupan yang saat ini sudah total berubah. 

"Ini cukup menarik. Kita melihat kok mulai banyak orang yang berkonsultasi ke psikiatris atau ke psikolog kami. Nah, dari situ kita menarik kesimpulan bahwa mungkin banyak pertanyaan, mungkin banyak orang yang struggle mengenai apa itu new normal, bagaimana caranya WFH yang baik dan benar, bagaimana caranya berhasil melewati situasi saat ini" ujar Dionisius Nathaniel di acara webinar Halodoc. 

Dengan banyaknya permintaan konsultasi mengenai masalah kesehatan mental, pihak Halodoc akhirnya menambah jumlah psikolog di aplikasi mereka hingga mencapai 200 psikolog. 

"Tapi yang menarik di sini itu bulan Mei dan Juni itu kita menambah 200 psikolog," lanjut Dionisius Nathaniel.

Banyaknya permintaan konsultasi masalah kesehatan mental ini merupakan hal yang mengkhawatirkan dan miris. Dionisius juga menambahkan fakta banyak orang ingin konsultasi masalah mental menjadi bukti bahwa orang-orang saat ini menghadapi kasus dengan pertanyaan yang belum bisa mereka jawab. 

Tag: kesehatan kesehatan jiwa kesehatan mental covid-19

Bagikan: