Terungkap! Varian Baru COVID-19 B.1644 dari Indonesia Disebut Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin dan Obat, Berbahaya?

Tim Editor

Ilustrasi (Freepik)

ERA.id - Sejak beberapa minggu belakangan, kasus COVID-19 di Indonesia mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia ditengarai oleh varian baru dari virus SARS-CoV-2 varian delta yang diketahui pertama kali ditemukan di India.

Kasus COVID-19 di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh varian delta. Berdasarkan riset yang dilakukan, juga ditemukan varian baru asal Indonesia yaitu varian B.1.466.2.

“Sebelum varian delta masuk ke Indonesia, varian lokal asal Indonesia ini pernah mendominasi kasus COVID-19 di Indonesia. WHO memeringatkan Indonesia agar varian lokal terus dimonitor, karena secara genetik varian ini dimungkinkan tingkat penularan yang tinggi di masyarakat atau berpotensi menyebabkan penurunan efektifitas vaksin dan terapi obat. Akan tetapi sampai saat ini, bukti ilmiah terkait efek secara epidemiologi atau bukti ilmiah yang menunjukan langsung efek dari mutasi yang terjadi belum ada. Varian lokal saat ini kasusnya tidak banyak dan sampai saat ini varian delta lebih berbahaya dan lebih mendominasi,” jelas peneliti sekaligus Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI, Sugiyono.


Menurutnya faktor utama yang menyebabkan varian delta begitu berbahaya dan penyebarannya sangat masif adalah karena karakteristik dari varian delta memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dibanding varian lain.

“Material genetik yang ditemukan di varian delta punya karakter yang bisa menurunkan efektifitas dari vaksinasi dan terapi obat yang saat ini dilakukan. Berdasarkan data yang diperoleh dari UK, varian delta ini sangat berkorelasi dengan peningkatan jumlah huni rumah sakit. Artinya, varian ini punya efek terhadap keparahan kondisi pasien Covid 19,” terangnya.
 
Lebih dari satu tahun LIPI telah menemukan lebih dari 10 varian COVID-19. Namun varian yang menjadi perhatian (variant of concern) adalah varian alfa, beta, gamma dan delta.

"Adapun varian lain yang baru mendapatkan pelabelan sebagai varian of interest (VOI) dari WHO adalah varian Lambda. Varian gama dan lambda belum ditemukan di indonesia sesuai data dari GISAID,” tutupnya.

Tag: virus corona varian baru varian baru COVID-19 b.1466.2 varian baru covid 19 dari indonesia

Bagikan: