Korban Holocaust Minta Ganti Rugi ke Jawatan Kereta Api Jerman

Tim Editor

Kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia (Flickr/JapanVisitor)

ERA.id - Seorang penyintas Holocaust bernama Salo Muller (84) menuntut perusahaan kereta api Jerman, Deutsche Reicsbahn, karena punya andil dalam peristiwa pembinasaan orang Yahudi di era Perang Dunia II. Sebelumnya, Muller sukses menuntut perusahaan kereta api Belanda dan mendapat kompensasi senilai 50 juta euro (Rp855 miliar).

Orang tua Salo Muller diangkut menggunakan kereta api dari Amsterdam, Belanda, menuju kamp transit Westerbork. Dari situ, mereka dibawa ke Auschwitz dan menemui ajalnya di sana.

Salo lantas menuntut permintaan maaf dari pemerintah Belanda dan kompensasi finansial terhadap 500 penyintas berkewarganegaraan Belanda dan 5.500 saudara mereka, seperti ditulis di The Guardian.

Sementara itu, Deutsche Reichsbahn merupakan perusahaan kereta api Jerman yang bertanggungjawab mengangkut 107 ribu warga Yahudi-Belanda menuju kamp-kamp maut Nazi. Sudah begitu, para korban pun harus membiayai sendiri perjalanan menuju tempat-tempat penampungan yang kumuh dan mematikan. Berdasarkan perhitungan hari ini, perusahaan KA Jerman tadi dilaporkan untung hingga 14,5 juta euro (Rp245 miliar). Ongkos perjalanan dihitung per kilometer.

Dalam suratnya ke kanselir Jerman, Angela Merkel, pengacara Muller menulis bahwa ahli waris jawatan kereta api Jerman di era Perang Dunia II itu punya peran dalam penderitaan kaum Yahudi, Sinti, dan Roma.

"Perusahaan kereta api itu secara sadar mengangkut kaum Yahudi ke kamp konsentrasi dan kemudian membunuh mereka dengan keji," kata Muller dalam program berita Belanda, Nieuwsuur. "Saya tak akan menyerah karena hal ini menyiksa saya setiap harinya. Setiap saat, saya terpikir mengenai hal ini, dan saya menderita. Dan saya ingin penderitaan itu hilang."

Tahun lalu, Muller, yang merupakan bekas kru fisioterapi di klub sepak bola Ajax, berhasil memperoleh tanda maaf sekaligus kompensasi finansial dari Nederlandse Spoorwegen (NS), jawatan kereta api Belanda, yang dananya diperuntukkan bagi penyintas, duda, janda, dan anak-mereka.

Sementara itu, peran Deutsche Reichsbahn dari Jerman adalah melakukan ratusan perjalanan pengangkutan dari Belanda menuju kamp pembinasaan di Auschwitz dan Sobibor di Polandia.

"Kaum Yahudi-Belanda yang diangkut Deutsche Reichsbahn telah terlupakan," kata pengacara Muller, Axel Hagedorn. "Pemerintah (Jerman) memegang 100% saham perusahaan itu. Tanggung jawab moral Jerman tak terbantahkan."

Pasca perang, Republik Demokratik Jerman di Jerman Timur kala itu mengambil alih Deutsche Reichsbahn. Perusahaan Deutsche Bahn yang ada di Jerman saat ini didirikan tahun 1994 setelah proses reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur.

"Saya mencari pengakuan dari mereka dan pengakuan selalu disertai dengan uang kompensasi," kata Muller.

Tag: holocaust

Bagikan :


REKOMENDASI