Jenderal China Rembug Laut China Selatan dengan Jenderal AS

Tim Editor

Kepulauan Paracels di Laut China Selatan, dilihat dari ketinggian 40.000 kaki (Flickr/ Nafjot Singh)

ERA.id - China dan Amerika Serikat mendiskusikan kemitraan militer kedua negara di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Taiwan.

Pembicaraan dilakukan Dewan Pemerintahan China sekaligus Kementerian Pertahanan Nasional Jenderal Wei Fenghe dengan Menhan AS Mark Esper via sambungan telepon .

Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai kerja sama militer pada masa-masa yang akan datang, seperti diberitakan laman berita resmi militer China yang dipantau Antara, Sabtu (8/8/2020).

Wei juga menggarisbawahi posisi China dalam berbagai isu, seperti di Laut China Selatan, Selat Taiwan, serta isu stigmatisasi China oleh AS.

Peta konstelasi geopolitik di Laut China Selatan

Jenderal bintang tiga tersebut mendesak AS untuk menghentikan tindakan yang berpotensi merugikan hubungan kedua belah pihak, meningkatkan pengendalian risiko maritim, dan mencegah tindakan berbahaya yang dapat membuat situasi makin memburuk demi terpeliharanya perdamaian di kawasan.

Esper, dikutip dari laman berita yang sama, mengatakan bahwa di tengah memanasnya hubungan China-AS, kedua belah pihak harus tetap menjaga mekanisme dialog dan konsultasi, mengelola dan mengendalikan krisis, menghindari kesalahpahaman, dan mengurangi risiko keamanan.

China dan AS saling bermanuver di kawasan perairan Laut China Selatan dengan mengerahkan kekuatan militernya masing-masing.

Demikian pula dengan di Selat Taiwan. Kedua negara tersebut saling berebut pengaruh di kepulauan sekitar.
Belum lama ini, militer As terlibat dalam latihan militer tahunan Taiwan, Han Kuang. China tidak mau kalah, mengerahkan kekuatan pasukan udara dan laut, terutama di wilayah perairan utara Taiwan.

Tag: militer china amerika serikat laut china selatan

Bagikan :