Soal Laut China Selatan, AS Tetap Bela Asia Tenggara

Tim Editor

Foto aerial dari armada kapal Royal Thai Navy Chakri Naruebet dan kapal induk USS Kitty Hawk menuju Laut China Selatan. (Foto: Picryl)

ERA.id - Amerika Serikat menolak klaim China yang berlebihan atas kawasan Laut China Selatan, mengatakan hal tersebut tak sesuai dengan hukum internasional, dan menyatakan bahwa Washington akan berpihak pada negara-negara Asia Tenggara yang bertahan dari tekanan China, seperti disampaikan Sekretaris Dalam Negeri AS Antony Blinken, Rabu.

Melansir Reuters, Blinken membuat pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin.

"Sekretaris Blinken berjanji akan mendukung negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tekanan China," tulis Departemen Dalam Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

China selama ini mengkalim berhak atas seluruh kawasan Laut China Selatan yang kaya energi dan menjadi lokasi lalu lintas perdagangan yang ramai. Di saat yang sama, Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, dan Taiwan melontarkan sejumlah klaim serupa.

Laut China Selatan

AS telah menuduh China memanfaatkan masa pandemi untuk diam-diam memperkuat eksistensi mereka di Laut China Selatan.

Relasi diplomatik antara AS dan China memburuk di masa kepemimpinan Presiden Donald Trump, menyusul komplikasi sejumlah isu, mulai dari pandemi, kebijakan China atas Hong Kong, perlakuan Beijing terhadap etnis Uighur, dan juga model perdagangan China.

Dua pekan lalu, pemerintahan Trump menerapkan sanksi pada pejabat China dan sejumlah perusahaan atas tuduhan kesalahan di Laut China Selatan.

Tag: china amerika serikat laut china selatan Asia Tenggara

Bagikan: