Fujifilm Coba Pasarkan Obat COVID-19 Avigan ke China

Tim Editor

Dokumentasi - Tablet Avigan (nama generik: Favipiravir), obat yang disetujui sebagai obat anti-influenza di Jepang dan dikembangkan oleh pembuat obat Toyama Chemical Co. (ANTARA/ REUTERS /Issei Kato/pri).

ERA.id - Fujifilm Holding Corp Jepang akan bermitra dengan sebuah perusahaan yang berbasis di Shanghai, Carelink Pharmaceutical Co, untuk mendapatkan ijin peredaran Avigan sebagai obat COVID-19 dan influenza di China, seperti disampaikan pada Kamis (22/10/2020).

Carelink nantinya akan menggunakan data Fujifilm, dalam hal pengobatan Avigan untuk infeksi korona baru dan influenza, untuk meminta persetujuan obat impor di China, sebut Fujifilm dalam pernyataan, seperti dilansir ANTARA.

Kedua perusahaan juga berencana mengembangkan obat dalam bentuk suntik.

Fujifilm mengatakan pekan lalu sedang mencari persetujuan untuk Avigan sebagai pengobatan COVID-19 di Jepang. Hal ini didasari penemuan pengujian tahap akhir obat Avigan yang terbukti mempercepat masa pemulihan untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

Avigan, awalnya dikembangkan sebagai obat flu darurat dan secara umum dikenal di seluruh dunia sebagai favipiravir. Obat ini telah disetujui di India dan Rusia untuk mengobati infeksi korona baru.

Fujifilm menjual hak global pada bulan Juli untuk Avigan ke Laboratorium Dr Reddy India dan Bantuan Respons Global yang berbasis di Dubai. Kesepakatan itu mengecualikan China, Jepang dan Rusia.

Seperti diketahui, Fujifilm, yang tenar di industri fotografi, juga memiliki anak perusahaan di bidang peralatan medis dan bioteknologi. Obat avigan sendiri ditangani oleh Fujifilm Toyama Chemical, dan uji klinis tahap 3 atas obat tersebut telah dilangsungkan sejak akhir September lalu.

 
 

 

 

Tag: china jepang obat korona pandemi COVID-19

Bagikan: