Bentrok Demonstrasi Myanmar Makin Sengit, Polisi Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan

Tim Editor

Dua orang polisi menahan demonstran di daerah Sanchaung, Myanmar, Sabtu, (27/2/2021). (Foto: Frontier Myanmar)

ERA.id - Polisi makin memperluas penanganan demonstrasi di kota-kota Myanmar, pada Sabtu, (27/2/2021), sementara media lokal mengabarkan satu wanita tewas tertembak dan puluhan orang ditahan.

Pada Sabtu, aksi demonstrasi di Myanmar telah berjalan sepanjang tiga pekan sejak militer mengambil paksa kekuasaan dan menahan pemimpin sah pemerintahan, Aung San Suu Kyi, beserta jajaran dari partai National League for Democracy (NLD). Militer menyebut pemilu pada November lalu diliputi kecurangan yang menguntungkan pihak Suu Kyi.

Kudeta telah menyebabkan ratusan ribu demonstran turun ke jalan, sementara kecaman muncul dari negara-negara Barat. Beberapa negara bahkan telah menerapkan sejumlah sanksi ke junta militer Myanmar.

Hari Sabtu, di kota Yangon, polisi sejak pagi telah berjaga di lokasi yang biasa dipakai berdemonstrasi dan langsung menahan demonstran ketika mereka berkumpul, lapor Reuters. Beberapa jurnalis juga ditahan.

Bentrokan terjadi ketika pengunjuk rasa tetap turun ke jalan meski terdapat pengawasan polisi.

Tiga media lokal menyebutkan seorang wanita tewas tertembak di kota Monwya. Reuters, yang mengabarkan hal tersebut, masih belum bisa mengonfirmasi konteks penembakan tersebut, dan pihak kepolisian belum bisa dimintai keterangan.

Pada Sabtu pagi, sejumlah saksi mengatakan polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstrasi.

"Mereka menggunakan meriam air untuk membubarkan unjuk rasa damai. Mereka seharusnya tidak boleh memperlakukan warga seperti itu," kata Aye Aye Tint, salah satu orang yang diwawancarai Reuters.

Massa pengunjuk rasa kemudian memenuhi jalanan kota sambil menyanyikan yel-yel bernada pembangkangan terhadap Tatmadaw, julukan militer Myanmar. Reuters menyebutkan bahwa massa mendesak pembebasan orang-orang yang ditahan polisi.

Pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing, mengatakan bahwa pemerintahan hanya menggunakan kekuatan dalam skala kecil. Meski begitu, sebelum Sabtu tiga orang telah tewas dalam unjuk rasa di Myanmar. Pihak militer juga mengatakan satu orang polisi tewas dalam gelombang unjuk rasa.

Dalam unjuk rasa Sabtu ini demonstran melempari barikade polisi. Massa berangsur-angsur pulang, namun polisi di kota Yangon dikabarkan masih terus memburu kelompok demonstran dan melepaskan tembakan ke udara pada Sabtu siang.

Suasana serupa juga terjadi di kota Mandalay dan beberapa kota lainnya.

Salah satu yang ditahan di kota Mandalay adalah Win Mya Mya, satu dari sejumlah politisi Muslim yang menjadi anggota partai NLD.

Tag: Myanmar kudeta myanmar

Bagikan: