Yang Dinanti Tiba, Fitur Berbayar Twitter Blue Rilis di Australia dan Kanada

| 04 Jun 2021 16:45
Yang Dinanti Tiba, Fitur Berbayar Twitter Blue Rilis di Australia dan Kanada
Ilustrasi media sosial Twitter. (Foto: Claudio Schwarz/Unsplash)

ERA.id - Media sosial Twitter merilis Twitter Blue, yaitu layanan berbayar yang menawarkan sejumlah fitur khusus seperti membatalkan (undo) cuitan dan lain-lain.

Layanan ini sementara tersedia bagi pengguna di Australia dan Kanada, demikian dilansir dari the Sydney Morning Herald, Jumat, (4/6/2021).

Model berbayar - yang selama setahun terakhir menimbulkan sejumlah spekulasi - disodorkan dengan 'power feature' yang penggarapannya telah melewati proses diskusi dengan pengguna khusus Twitter.

Fitur-fitur itu mencakup Bookmark Folders, di mana pengguna bisa mengelola cuitan-cuitan yang telah mereka simpan. Tombol 'Undo' juga bisa diaktifkan oleh pengguna Twitter Blue, dengan maksimal waktu 30 detik, untuk membatalkan postingan cuitan. Fitur lainnya adalah opsi mengubah utas cuitan, atau 'thread', menjadi teks bersambung yang mudah dibaca.

Perusahaan media sosial itu mengatakan bahwa Twitter Blue bisa digunakan di Australia dengan tarif langganan 4,49 dolar, meski, yang bisa didapatkan pengguna saat ini masih fitur 'tahap awal' dari paket tersebut.

"Kami mengembangkan solusi yang bakal memberi pengguna Twitter banyak hal yang mereka cari: akses ke fitur eksklusif dan fitur tambahan yang meningkatkan pengalaman mereka di Twitter," sebut Twitter dalam sebuah posting blog.

Twitter menyatakan bahwa Twitter versi gratis "tidak hilang, dan tidak akan pernah hilang."

Twitter Blue nantinya juga memiliki fitur pengaturan ikon aplikasi custom untuk dipasang di layar beranda ponsel pengguna, tema warna baru, dan akses ke fitur customer support tersendiri.

Fitur berbayar Twitter ini mengikuti sejumlah pembaruan, seperti fitur Space dan Fleets. April lalu, Twitter berhasil melampaui ekspektasi investor di Wall Street terkait penghasilan kuartal pertama tahun 2021.

Meski begitu, Twitter belum bisa mencapai ekspektasi proyeksi analytics, di mana Twitter menyatakan baru memiliki 199 juta pengguna harian, kurang dari angka 206 juta pengguna harian yang telah diproyeksikan.

 

 

Rekomendasi