Turki Sebut 73 Negara dan Organisasi Bantu Pemadaman Kebakaran, Tak Ada Indonesia?

Tim Editor

Kebakaran hutan melanda beberapa provinsi di Turki sejak Selasa, (27/7/2021). (Foto: ANTARA)

ERA.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan terima kasih kepada 73 negara yang membantu memadamkan kebakaran hutan di beberapa wilayah Turki sejak akhir Juli lalu.

Melalui akun Twitter resminya, Selasa, (3/8/2021), Presiden Erdogan mengunggah gambar 73 negara dan organisasi kemanusiaan yang mendukung upaya pemadaman api, yang mencapai 167 titik dan kini masih berdampak di lima provinsi, melansir Associated Press.

"Atas nama bangsa saya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua negara sahabat dan organisasi yang telah mengirimkan dukungan, harapan dan belasungkawa dalam perjuangan kita melawan kebakaran hutan, menyatakan kesiapan mereka untuk membantu dan mengirimkan bantuan," demikian tulis Erdogan.

Secara khusus Erdogan membuat cuitan yang didedikasikan untuk kepala negara Azerbaijan, Rusia, dan Spanyol, yang ia anggap telah membantu Turki sejak awal.

"Atas nama negara saya, saya ingin berterima kasih terutama kepada Presiden Azerbaijan, sahabat saya Ilham Aliyev, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan sejak saat pertama."

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemimpin beberapa negara tetangga Turki.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tetangga kami Presiden Iran Ibrahim Reisi, Emir Qatar Sheikh Tamim, Presiden Kroasia Zoran Milanovic dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski atas solidaritas mereka yang kuat."

Meski begitu, di antara 73 bendera negara dan organisasi yang disebut Erdogan, tak ada nama Indonesia. Padahal bisa ditemui bendera Malaysia, juga beberapa negara Eropa yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang ikut bersolidaritas dalam bencana alam di Turki ini.

Turki dan Indonesia telah membangun hubungan diplomatik sejak 1950, sementara Kedutaan Besar Turki di Jakarta resmi dibuka pada 10 April 1957. Mengingat Turki dan Indonesia sudah dijalin dari abad ke-12 - oleh kalangan pelajar Kesultanan Utsmaniyah - hubungan antar kedua negara dipandang banyak pihak sebagai hal yang penting dipertahankan.

Insiden kebakaran di Turki telah berlangsung selama delapan hari terakhir, melansir AP, (4/8/2021). Delapan warga tewas - dan banyak satwa mati - akibat kebakaran yang diduga disebabkan gelombang panas, cuaca kering, dan angin kencang.

Warga di sejumlah pedesaan harus meninggalkan rumah dan hewan ternak mereka. Wisatawan menyelamatkan diri menggunakan perahu dan mobil. Di provinsi Mugla, sebuah kawasan pariwisata Turki, tujuh titik api masih berkobar, Rabu. Di Antalya, dua titik api melalap rumah-rumah warga.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Azerbaijan akan mengirim pesawat dan staf pemadam kebakaran pada Kamis pagi. Negara tersebut juga akan mengirimkan 40 mobil damkar ke Turkey untuk membantu proses pemadaman si jago merah.

Tag: kebakaran hutan recep tayyip erdogan turki

Bagikan: